![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kekompakan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga RW 15 Kampung Bojong Larang, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat Pada Kamis (28/11/2025).
Pantauan awak media di lapangan, terdapat puluhan warga dari berbagai kalangan turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang menjadi lokasi penting bagi masyarakat setempat.
Kerja bakti tersebut diikuti oleh para tokoh masyarakat, pemuda, pengurus RW dan RT, hingga ibu-ibu rumah tangga. Sejak pagi, warga sudah berkumpul membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, sapu, dan keranjang sampah. Mereka membagi tugas secara mandiri dan penuh kesadaran, menunjukkan budaya gotong royong yang masih mengakar kuat di lingkungan RW 15.
Kegiatan dimulai dengan pembersihan rumput liar yang selama ini menutupi beberapa area makam. Warga juga memastikan jalur-jalur masuk ke area pemakaman tertata, sehingga lebih mudah dilalui saat peziarah datang. Beberapa warga lainnya fokus pada pengangkutan sampah serta merapikan batu nisan yang tertutup dedaunan.
Suasana kebersamaan tampak begitu hangat, terlihat dari cara warga saling membantu dan berinteraksi satu sama lain selama kegiatan berlangsung. Lurah Sukamenteri, Wijiyono, SE., M.Si., yang turut meninjau kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kebersamaan warga.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup dan terjaga di tengah masyarakat Sukamenteri.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga RW 15 Bojong Larang. Kegiatan ini bukan hanya menjaga kebersihan makam, tetapi juga memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum,” ujar Lurah Wijiyono.
Ia menegaskan, kegiatan semacam ini sangat penting untuk terus digalakkan karena memberikan dampak positif yang luas. Selain menjaga kelestarian lingkungan, gotong royong juga membangun harmoni sosial dan mempertebal solidaritas masyarakat.
“Gotong royong adalah warisan budaya kita. Ketika warga bersatu, maka lingkungan menjadi lebih tertata, nyaman, dan sehat untuk semua. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi RW lainnya di Kelurahan Sukamenteri,” tambahnya.
Keterlibatan aktif para pemuda dalam kegiatan tersebut juga mendapat sorotan positif. Mereka dianggap sebagai motor penggerak di lingkungan RW 15, karena turut membantu pekerjaan yang cukup berat seperti membersihkan ilalang tinggi dan mengangkut sampah menuju tempat penampungan sementara.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat RW 15 menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih makam ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim liburan dan menjelang beberapa agenda keagamaan. TPU yang bersih dan tertata dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan warga yang telah berpulang.
“Kami ingin memastikan TPU tetap bersih dan nyaman bagi keluarga yang datang berziarah. Ini juga bentuk kepedulian dan penghormatan kami kepada para pendahulu,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan gotong royong ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan harapan agar lingkungan RW 15 selalu diberkahi serta masyarakatnya terus kompak dalam berbagai kegiatan sosial.
Dengan keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, warga berharap agar budaya gotong royong tetap hidup sebagai identitas kuat masyarakat Bojong Larang.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan pada aksi bersih-bersih makam tersebut menjadi contoh positif bagaimana peran aktif masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, sehat, dan harmonis. (*)
