![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepastian pembangunan Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya (Getaci) akhirnya semakin terang. Proyek jalan tol yang sejak lama dinantikan masyarakat Jawa Barat, khususnya wilayah Priangan Timur, dipastikan akan mulai dibangun pada tahun 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2029.
Sementara pada tahap awal, pembangunan Tol Getaci diprioritaskan hanya sampai Tasikmalaya dengan panjang sekitar 95 kilometer, sebelum nantinya dilanjutkan ke tahap berikutnya menuju Cilacap.
Proyek Jalan Tol Getaci telah resmi ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025 oleh Pemerintah Pusat. Penetapan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat daya saing daerah, khususnya di kawasan selatan Jawa Barat.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian, menyampaikan bahwa pembangunan Tol Getaci untuk sementara hanya difokuskan pada ruas Gedebage – Tasikmalaya. Adapun rencana pembangunan hingga Cilacap akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya.
“Sementara hanya Gedebage–Tasikmalaya, baru kemudian dilanjutkan Tahap 2 Tasikmalaya–Cilacap. Eksesnya seperti itu,” ujar Willan Oktavian dalam acara Indonesia Construction Investment (ICI) 2025 di Jakarta saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya pada. Jum’at, (16/01/2026).
Masuk Tahap Lelang dan Konstruksi
Menurut Willan, pada tahun 2026 proyek Tol Getaci ruas Gedebage–Tasikmalaya akan segera masuk tahap lelang. Setelah proses lelang rampung, pembangunan fisik atau konstruksi akan langsung dikerjakan dengan target operasi pada 2029.
Pembangunan ruas Gedebage–Tasikmalaya ini akan dibagi menjadi dua seksi utama. Seksi 1 menghubungkan Gedebage hingga Garut Utara dengan panjang sekitar 45,20 kilometer. Sementara Seksi 2 menghubungkan Garut Utara hingga Kota Tasikmalaya sepanjang 50,32 kilometer. Pembagian ini dilakukan untuk mempermudah proses konstruksi sekaligus mempercepat penyelesaian proyek.
Sejalan dengan itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Tol Getaci menjadi salah satu dari empat proyek jalan tol yang diprioritaskan pemerintah untuk segera dieksekusi mulai 2026 agar dapat beroperasi pada 2029.
“Tahun ini rencana ada empat proyek jalan tol. Sentul Selatan–Karawang Barat, kemudian di Bali, Gedebage–Tasikmalaya, dan Pejagan–Cilacap. Semuanya masih dalam proses due diligence,” ungkap Dody Hanggodo.
Namun demikian, Dody menyebut bahwa dari keempat proyek tersebut, ruas Gedebage–Tasikmalaya dan Sentul Selatan–Karawang Barat memiliki potensi lebih cepat terealisasi. Hal ini disebabkan oleh daya tarik investasi yang cukup tinggi serta potensi volume lalu lintas yang menjanjikan.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa kami selesaikan. Dari empat itu, mungkin dua ruas yang bisa lebih cepat, yaitu Gedebage–Tasikmalaya dan Sentul Selatan–Karawang Barat,” tambahnya.
Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Tol Getaci dirancang berawal dari Gedebage, Kota Bandung, kemudian melintasi Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan berakhir di Kota Tasikmalaya. Kehadiran tol ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di jalur selatan Jawa Barat, terutama di kawasan Nagreg, Limbangan, dan wilayah Garut–Tasikmalaya.
Selain itu, Tol Getaci diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru. Akses yang lebih cepat dan efisien akan membuka peluang investasi, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan sektor pariwisata di daerah-daerah yang dilintasi, termasuk Kabupaten Garut dan Tasikmalaya yang dikenal memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar.
Enam Gerbang Tol Disiapkan
Bersamaan dengan target operasional tahun 2029, di sepanjang ruas Gedebage – Tasikmalaya akan dibangun enam gerbang tol lengkap dengan simpang susun sebagai akses keluar masuk kendaraan. Enam gerbang tol tersebut tersebar di tiga kabupaten dan satu kota.
Di Kabupaten Bandung, akan dibangun dua gerbang tol, yakni Gerbang Tol Majalaya yang berlokasi di Kecamatan Solokan Jeruk dan Gerbang Tol Nagreg di Kecamatan Nagreg. Kedua gerbang ini diharapkan mampu mendukung aktivitas industri, permukiman, serta mobilitas masyarakat di wilayah Bandung Timur.
Sementara itu, di Kabupaten Garut juga disiapkan dua gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Garut Utara di Kecamatan Banyuresmi dan Gerbang Tol Garut Selatan di Kecamatan Cilawu. Keberadaan dua gerbang tol ini dinilai strategis untuk mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di Garut serta mempermudah akses menuju kawasan wisata dan sentra pertanian.
Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, akan dibangun Gerbang Tol Singaparna yang berlokasi di Kecamatan Singaparna. Sedangkan di Kota Tasikmalaya, Gerbang Tol Kawalu akan menjadi titik akhir pembangunan Tol Getaci tahap Gedebage–Tasikmalaya.
Harapan Masyarakat
Dengan kepastian pembangunan yang semakin jelas, masyarakat di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya menaruh harapan besar agar proyek Tol Getaci dapat segera direalisasikan sesuai jadwal. Selain menghemat waktu tempuh, jalan tol ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat integrasi wilayah selatan Jawa Barat dengan pusat-pusat ekonomi lainnya.
Demikian informasi terkini mengenai proyek Jalan Tol Getaci yang dipastikan mulai dibangun pada 2026, diprioritaskan hingga Tasikmalaya, dan ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2029. (*)
