![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah berkembangnya layanan kesehatan modern, kehadiran tenaga medis yang mampu memadukan profesionalitas dengan nilai-nilai kemanusiaan menjadi sebuah kebutuhan yang tidak tergantikan. Sosok tersebut tercermin dalam diri dr. H. Trisna Rahadyasa, Direktur Klinik Khitan Paseban Garut, Jawa Barat yang dikenal luas sebagai pribadi yang bijak, ramah terhadap sesama dan membuat anak-anak nyaman serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Bagi masyarakat Garut dan sekitarnya, nama dr. Trisna Rahadyasa bukan sekadar dikenal sebagai dokter, tetapi juga sebagai figur yang menghadirkan rasa nyaman di tengah kekhawatiran orang tua saat anak mereka akan menjalani prosedur khitan. Ia memahami betul bahwa proses khitan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga momen penting yang seringkali menimbulkan kecemasan, terutama bagi anak-anak.
Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, dr. Trisna mampu membangun kedekatan emosional dengan pasiennya. Ia kerap mengajak anak-anak berbincang ringan, bercanda, hingga memberikan motivasi agar rasa takut perlahan menghilang. Cara ini terbukti efektif menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan di ruang tindakan.
“Yang paling penting adalah membuat anak merasa aman dan percaya. Ketika mereka nyaman, proses tindakan pun akan berjalan lebih lancar,” ujar dr. H. Trisna Rahadyasa dalam keterangannya. Minggu, (29/03/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Klinik Khitan Paseban Garut terus berkembang menjadi salah satu pusat layanan khitan yang diperhitungkan. Tidak hanya mengedepankan teknologi modern yang minim risiko dan rasa sakit, klinik ini juga menanamkan nilai pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan pasien.
Inovasi demi inovasi terus dihadirkan, baik dari segi metode khitan, fasilitas, hingga sistem pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Namun, yang menjadi ciri khas utama tetaplah pendekatan humanis yang menjadi fondasi dalam setiap layanan.
Lebih jauh, kepedulian sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pengabdian dr. Trisna. Ia aktif menggagas dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial, seperti khitan gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta kegiatan bakti sosial di berbagai wilayah.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk nyata dari komitmen moralnya sebagai tenaga medis untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tanpa terkendala oleh faktor ekonomi.
“Pengabdian itu bukan soal seberapa besar yang kita miliki, tapi seberapa tulus kita berbagi,” ungkapnya.
Tak hanya di lingkungan klinik, dr. Trisna juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia sering hadir dalam berbagai kegiatan warga, memberikan edukasi kesehatan, hingga menjadi narasumber dalam forum-forum yang membahas pentingnya kesehatan anak.
Sikap rendah hati dan keterbukaannya dalam berinteraksi menjadikan dirinya dekat dengan berbagai kalangan. Ia tidak membatasi diri pada status atau jabatan, melainkan lebih mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian.
Rekan sejawat menilai dr. H. Trisna Rahadyasa sebagai sosok yang menjunjung tinggi etika profesi dan integritas. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasien sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan itu mahal. Sekali hilang, sulit untuk kembali. Maka dari itu, kita harus menjaganya dengan kerja nyata dan ketulusan,” tegasnya.
Kepemimpinannya di Klinik Khitan Paseban Garut pun dinilai mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan profesional. Ia tidak hanya menjadi atasan, tetapi juga mentor dan teladan bagi timnya. Semangat kerja sama dan pelayanan sepenuh hati menjadi budaya yang terus ia tanamkan.
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berubah, sosok seperti dr. Trisna Rahadyasa menjadi harapan sekaligus inspirasi. Ia membuktikan bahwa pelayanan kesehatan terbaik tidak hanya lahir dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan dedikasi yang tak pernah surut, dr. H. Trisna Rahadyasa terus meneguhkan perannya sebagai pelayan masyarakat ramah anak di bidang kesehatan. Ia hadir bukan hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai sahabat bagi anak-anak, penenang bagi orang tua, dan inspirasi bagi banyak orang di Kabupaten Garut. (*)
