Rumah Ibu Ikah Rusak Parah Terdampak Longsor, Kades Cinta Damai: Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Musibah tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kali ini, bencana alam tersebut mengakibatkan rumah milik Ibu Ikah (57), warga Kampung Genteng RT 06 RW 08, Desa Cinta Damai, Kecamatan Sukaresmi, mengalami kerusakan parah. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir.

Longsor berasal dari tebing di belakang rumah korban yang tidak mampu menahan beban air hujan. Akibatnya, material tanah dan lumpur bergerak turun dan menghantam bagian belakang bangunan rumah. Struktur rumah dilaporkan mengalami retak serius, dinding roboh, serta sebagian bangunan tertimbun tanah, sehingga dinilai tidak layak untuk dihuni.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun demikian, kerugian material yang dialami korban cukup besar dan berdampak langsung terhadap kondisi psikologis serta ekonomi keluarga Ibu Ikah.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Cinta Damai, Haji Undang, membenarkan adanya peristiwa longsor yang menimpa salah satu warganya. Ia mengatakan bahwa pihak pemerintah desa termasuk Danposramil,Dansubsektor Forkopimcam Sukaresmi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga setempat dan Alhamdulillah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi kejadian untuk turut membantu korban.

“Begitu mendapat informasi, kami bersama BPBD langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi rumah korban. Hasilnya memang cukup memprihatinkan, rumah Ibu Ikah rusak parah akibat longsor dan sangat berisiko jika tetap ditempati,” ujar Haji Undang kepada awak media. Rabu,(04/02/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah desa adalah memastikan keselamatan korban dan keluarganya dengan mengarahkan mereka untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat. 

Selain itu, aparat desa bersama warga bergotong royong membersihkan material longsoran agar tidak semakin meluas dan membahayakan rumah warga lain di sekitarnya.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Untuk sementara, korban kami minta tidak menempati rumah tersebut sampai ada penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Haji Undang juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan kerusakan dan segera melaporkan kejadian ini ke pihak Kecamatan Sukaresmi serta instansi terkait di tingkat Kabupaten Garut. Ia berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan bantuan darurat maupun program perbaikan rumah.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, baik melalui dinas terkait maupun BPBD, agar korban bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, terutama untuk perbaikan rumah,” harapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa wilayah Desa Cinta Damai memiliki sejumlah titik yang tergolong rawan longsor, khususnya di kawasan perbukitan dan pemukiman yang berada di lereng. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.

“Kami juga mengimbau warga agar segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di tanah atau dinding rumah, supaya bisa segera dilakukan antisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, solidaritas warga sekitar terlihat jelas pascakejadian. Sejumlah warga Kampung Genteng turut membantu membersihkan sisa-sisa longsoran dan memberikan bantuan seadanya kepada keluarga Ibu Ikah. Bentuk kepedulian ini menjadi penguat moral bagi korban di tengah situasi sulit yang mereka alami.

Pemerintah Desa Cinta Damai berharap ke depan ada upaya mitigasi bencana yang lebih serius, seperti pembangunan penahan tebing dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana alam. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko bencana serupa dapat diminimalisasi dan keselamatan warga tetap terjaga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *