![]()
Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana religius, khidmat, dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 M yang digelar di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Minggu (28/12/2025).
Kegiatan keagamaan yang dikemas dalam tajuk “Refleksi Akbar Tahun 2025” ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperdalam keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta merefleksikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi hari, warga tampak antusias menghadiri acara yang dipusatkan di aula Desa Cikeas Udik. Tenda besar bernuansa Islami berdiri megah, dihiasi ornamen kaligrafi dan warna-warna lembut yang menambah kekhusyukan suasana. Kehadiran masyarakat dari berbagai lapisan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan di desa tersebut.
Peringatan Isra Mi’raj ini dihadiri oleh Kepala Desa Cikeas Udik beserta jajaran perangkat desa, Sekretaris Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil, Ketua TP PKK, kader PKK, para Ketua RT/RW, Kepala Dusun, ibu-ibu Majelis Taklim, anggota Linmas, serta masyarakat Desa Cikeas Udik secara umum.
Kehadiran unsur pemerintahan, keamanan, dan masyarakat ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di lingkungan desa.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan hadroh dan shalawat yang menggema syahdu. Irama shalawat yang dilantunkan dengan penuh penghayatan berhasil mengajak jamaah larut dalam suasana spiritual yang menenangkan, sekaligus membangkitkan rasa cinta dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana aula desa pun terasa hangat dan penuh kekhidmatan sejak awal acara berlangsung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cikeas Udik, Miptahul Palah, SE, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sebagai agenda rutin keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat karakter religius dan kebersamaan warga desa.
“Peringatan Isra Mi’raj ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, serta meningkatkan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus terus kita hidupkan dalam keseharian,” ujar Miptahul Palah, SE, di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun Desa Cikeas Udik yang rukun, aman, dan sejahtera. Menurutnya, pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan landasan nilai-nilai keagamaan yang kuat, insya Allah Desa Cikeas Udik akan terus maju dan diberkahi,” tambahnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadzah Liza Azizah dari Karawang. Dalam ceramahnya, Ustadzah Liza menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya yang lugas, hangat, dan menyentuh hati. Ia mengajak jamaah untuk memahami makna Isra Mi’raj sebagai perjalanan spiritual agung Nabi Muhammad SAW yang membawa perintah shalat langsung dari Allah SWT.
“Isra Mi’raj adalah hadiah istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW. Shalat bukanlah beban, melainkan kebutuhan ruhani yang menenangkan jiwa, menata hati, dan menuntun kehidupan kita agar senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah,” tutur Ustadzah Liza di hadapan jamaah yang menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga shalat sebagai tiang agama, serta mengamalkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Ceramah tersebut disambut antusias oleh jamaah, terlihat dari perhatian penuh hingga akhir tausiyah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi Desa Cikeas Udik dan seluruh warganya. Doa dipanjatkan agar masyarakat senantiasa diberi kekuatan iman, persatuan, dan kedamaian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, masyarakat Desa Cikeas Udik berharap dapat memperoleh energi spiritual baru untuk terus membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan masih menjadi perekat utama dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan warga desa. (REZZA)
