![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP mengintensifkan operasi kejahatan jalanan selama bulan suci Ramadhan di wilayah Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, terutama pada jam-jam rawan menjelang dan sesudah sahur.
Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ) digelar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (21/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Raya Bojongsari No. 51, Kampung Bojong RT 002/001, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedung Waringin,Kabupaten Bekasi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedung Waringin, AKP Muhammad Trisno, SH., MM., didampingi Perwira Pengendali Iptu Faisal Malis, SH., selaku Kanit Intelkam. Sebanyak 16 personel piket gabungan TNI dan Satpol PP turut dilibatkan dalam operasi tersebut.
Fokus Pencegahan dan Penindakan
Operasi yang dirangkai dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) ini menitikberatkan pada upaya preventif dan represif terhadap potensi gangguan kamtibmas yang kerap meningkat selama Ramadhan. Sasaran utama meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kenakalan remaja dan tawuran pelajar, peredaran minuman keras, serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Kejahatan jalanan menjadi prioritas utama dalam operasi malam tersebut, mengingat aktivitas masyarakat meningkat pada malam hingga dini hari selama bulan puasa.
Selain OKJ, jajaran Polsek Kedung Waringin juga melaksanakan patroli skala sedang, razia selektif, serta penempatan personel di titik-titik rawan guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Tegas Tanpa Kompromi
Kapolsek Kedung Waringin, AKP Muhammad Trisno, menegaskan komitmennya menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat selama Ramadhan.
“Polsek Kedung Waringin akan terus hadir di tengah masyarakat melalui KRYD maupun OKJ. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, peredaran miras, penyalahgunaan narkoba, maupun tindak pidana lain yang mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan sahur on the road maupun menyalakan petasan yang berpotensi memicu gangguan keamanan. Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari, agar tidak terjerumus dalam aksi tawuran atau pergaulan yang berisiko melanggar hukum.
Sementara itu, Iptu Faisal Malis menambahkan bahwa operasi tersebut bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang beraktivitas di malam hari.
“Operasi ini untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan di jam rawan. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, kami akan bertindak secara tegas, jelas, dan terukur sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Dengan sinergi aparat dan dukungan masyarakat, diharapkan pelaksanaan ibadah Ramadhan di wilayah Kedung Waringin dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh ketenangan. (Mardani Lubis/Rbn)
