![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah disambut penuh khidmat oleh segenap jajaran Direksi PDAM Tirta Intan Garut. Momentum spiritual yang dinanti umat Muslim setiap tahun ini dinilai bukan sekadar agenda rutin keagamaan, melainkan kesempatan emas untuk melakukan refleksi diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh,.M.I.Pol menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia berharap Ramadan menjadi ruang perenungan kolektif untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan empati sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang melatih kesabaran, memperkuat keikhlasan, dan memperbanyak doa. Dengan kesabaran kita mampu menahan diri dari hal-hal yang tidak baik, dengan keikhlasan setiap pekerjaan menjadi bernilai ibadah, dan dengan doa kita memohon keberkahan serta keselamatan untuk kita semua,” ujarnya saat di wawancarai Media Tribunpribumi.com melalui sambungan Whatsapp miliknya pada. Minggu, (14/02/2026).
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan sangat relevan dengan semangat pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab PDAM sebagai perusahaan daerah. Kesabaran dibutuhkan dalam menghadapi dinamika pelayanan dan berbagai aspirasi pelanggan. Keikhlasan menjadi landasan moral dalam bekerja sepenuh hati untuk masyarakat. Sementara doa menjadi penguat agar seluruh sistem pelayanan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sebagai perusahaan yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih, PDAM Tirta Intan Garut menyadari bahwa perannya semakin vital selama bulan Ramadan. Kebutuhan air meningkat, baik untuk keperluan sahur dan berbuka, kebersihan rumah tangga, hingga aktivitas ibadah.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Di bulan Ramadan, aktivitas masyarakat meningkat, sehingga kami memastikan distribusi tetap stabil dan pelayanan responsif terhadap setiap laporan gangguan,” tambahnya.
Direksi menegaskan bahwa seluruh jajaran teknis telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan jaringan, terutama pada jam-jam krusial seperti menjelang sahur dan berbuka puasa. Langkah antisipatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan publik.
Selain aspek teknis, Ramadan juga dijadikan momentum untuk memperkuat budaya kerja berbasis integritas dan profesionalisme. Seluruh pegawai diimbau untuk meningkatkan disiplin, menjaga etika pelayanan, serta membangun komunikasi yang humanis dengan pelanggan.
Dr. Dadan menekankan bahwa pelayanan publik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral. “Ketika bekerja dengan niat yang tulus dan hati yang bersih, maka pekerjaan itu bukan hanya menghasilkan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ladang amal,” katanya.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga sarana dan prasarana air minum, menggunakan air secara bijak, serta segera melaporkan apabila terjadi kebocoran atau gangguan distribusi. Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pelayanan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air, PDAM Tirta Intan Garut terus melakukan evaluasi dan peningkatan sistem distribusi agar tetap adaptif dan berkelanjutan. Ramadan menjadi pengingat bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab demi generasi mendatang.
Menutup pesannya, jajaran Direksi berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, serta kedamaian bagi seluruh warga Garut. Semangat berbagi dan gotong royong diharapkan semakin tumbuh, sehingga harmoni sosial dapat terus terjaga.
“Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Ramadan ini menjadi momentum perbaikan diri dan penguatan kebersamaan, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya. (*)
