Puluhan Rumah Warga Desa Sukamanah Masih Tak Layak Huni, Masyarakat Desak Pemkab Bekasi Segera Realisasikan Program Bedah Rumah

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi hunian warga Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Puluhan rumah milik warga dilaporkan masih berada dalam kategori tidak layak huni, sehingga masyarakat setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera merealisasikan program bantuan bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga tampak mengalami kerusakan cukup parah. Atap rumah banyak yang bocor dan lapuk, dinding bangunan terlihat rapuh, bahkan sebagian rumah masih berlantaikan tanah. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni, khususnya anak-anak dan lansia.

Situasi tersebut semakin diperburuk ketika musim hujan tiba. Air hujan kerap masuk ke dalam rumah, menyebabkan lantai becek dan lembap, sementara struktur bangunan yang sudah tua dikhawatirkan dapat roboh sewaktu-waktu. Warga mengaku harus bertahan dalam kondisi serba terbatas demi memenuhi kebutuhan tempat tinggal sehari-hari.

Perwakilan warga Desa Sukamanah menyampaikan bahwa mayoritas pemilik rumah tidak layak huni berasal dari kalangan keluarga kurang mampu yang tidak memiliki cukup dana untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Oleh karena itu, mereka sangat berharap kehadiran pemerintah melalui program bedah rumah dapat menjadi solusi nyata.

“Kami berharap pemerintah kabupaten bisa turun langsung melihat kondisi rumah warga. Banyak rumah yang sudah tidak layak ditempati, tapi pemiliknya tidak mampu memperbaiki karena keterbatasan ekonomi,” ujar salah satu warga saat ditemui awak media. Sabtu, (31/01/2026).

Warga menilai program bedah rumah atau RTLH sangat penting dan mendesak, karena menyangkut aspek keselamatan, kesehatan, dan kelayakan hidup masyarakat. Mereka juga berharap adanya pendataan ulang yang transparan dan akurat, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, warga meminta agar proses pengajuan dan realisasi bantuan tidak berlarut-larut. Menurut mereka, kondisi rumah yang rusak berat membutuhkan penanganan segera, bukan hanya sebatas pendataan tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Kami tidak menuntut berlebihan, hanya ingin rumah yang layak, aman, dan sehat untuk keluarga kami. Program bedah rumah sangat membantu dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tambah warga lainnya.

Warga Desa Sukamanah berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan hunian tidak layak ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai, perbaikan rumah warga merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan dan kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil.

Melalui penyampaian aspirasi ini, masyarakat Desa Sukamanah berharap adanya respon cepat dan langkah konkret dari Pemkab Bekasi, sehingga warga dapat segera menikmati hunian yang layak, aman, dan manusiawi, sesuai dengan hak dasar setiap warga negara. (Afria Sugianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *