Percantik Kawasan Kumuh, Lurah Sukamenteri Wijiyono, SE., M.Si Tak Kenal Hari Libur Pimpin Giat Bersih-Bersih di Kampung Babakan Pajagalan RW 08, Budaya Gotong Royong Kembali Menguat

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen Pemerintah Kelurahan Sukamenteri dalam menata lingkungan dan mempercantik kawasan permukiman terus dibuktikan melalui kerja nyata di lapangan. Tanpa mengenal hari libur, Lurah Sukamenteri, Wijiyono, SE., M.Si, turun langsung memimpin giat bersih-bersih lingkungan di Kampung Babakan Pajagalan RW 08, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat sebagai bagian dari upaya penanganan kawasan kumuh dan penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada. Minggu, (04/01/2026),tersebut melibatkan perangkat kelurahan, Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kental ketika warga secara sukarela membawa berbagai peralatan kerja, mulai dari sapu, cangkul, sabit, hingga karung sampah, untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka.

Fokus utama giat bersih-bersih ini meliputi pembersihan saluran drainase yang selama ini tersumbat oleh sampah dan lumpur, pengangkatan sampah rumah tangga, pemangkasan rumput liar,penataan jalan lingkungan hingga pengecetan Marka jalan yang sebelumnya terlihat semrawut dan kurang terawat. Kawasan yang semula terkesan kumuh perlahan berubah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dipandang.

Lurah Sukamenteri, Wijiyono, SE., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.

“Menata lingkungan tidak cukup hanya dengan program di atas kertas. Harus ada kerja nyata dan keteladanan. Karena itu, meskipun hari libur, kami tetap turun langsung agar masyarakat melihat bahwa pemerintah hadir dan serius,” ujar Wijiyono saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya. Selasa, (06/01/2026).

Menurutnya, kawasan kumuh bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga berkaitan dengan pola hidup dan kepedulian bersama. Oleh sebab itu, pelibatan masyarakat secara aktif menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Kalau lingkungan bersih dan tertata, dampaknya sangat besar. Kesehatan meningkat, risiko banjir berkurang, dan kenyamanan hidup masyarakat pun terjaga. Semua itu hanya bisa terwujud jika ada kebersamaan,” tambahnya.

Wijiyono juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga RW 08 Kampung Babakan Pajagalan yang dinilai memiliki kepedulian dan semangat gotong royong yang luar biasa. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi serta kesungguhan mereka dalam mengikuti kegiatan hingga selesai.

Ketua RW 08 Kampung Babakan Pajagalan, Ahmad Ismail menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepemimpinan langsung Lurah Sukamenteri. Ia menilai kehadiran lurah di tengah warga, terlebih di hari libur, menjadi suntikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Pak Lurah tidak hanya memberi instruksi, tapi ikut bekerja bersama warga. Ini yang membuat gotong royong benar-benar terasa,” ungkapnya.

Sejumlah warga juga mengaku kegiatan bersih-bersih tersebut membawa dampak positif yang nyata. Selain lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga yang selama ini jarang bertemu akibat kesibukan masing-masing.

Tak hanya memimpin kerja bakti, Lurah Sukamenteri juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan warga. Berbagai aspirasi dan keluhan disampaikan, mulai dari persoalan lingkungan, fasilitas umum, hingga pelayanan kelurahan. Dialog yang berlangsung secara informal itu dinilai efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Kelurahan Sukamenteri berharap, giat bersih-bersih ini dapat menjadi contoh bagi RW lainnya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program penataan lingkungan dan peningkatan kualitas permukiman.

Dengan kembalinya budaya gotong royong serta kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, Kampung Babakan Pajagalan RW 08 diharapkan mampu bertransformasi dari kawasan yang semula terkesan kumuh menjadi lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan layak huni. Pemerintah Kelurahan Sukamenteri pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja bersama masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan bermartabat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *