Nostalgia 1981: Bus Mercedes OF1113 Kramat Djati Menepi di Puncak Pas Saat Kabut Pekat Menyelimuti Akses Jalan

Loading

Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Kenangan perjalanan darat pada awal 1980-an kembali mencuat ketika sebuah potret lawas menunjukkan bus Mercedes OF1113 milik PO Kramat Djati tengah menepi di kawasan Puncak Pas, Bogor, Jawa Barat, pada tahun 1981. 

Sementara foto tersebut tidak hanya menggambarkan moda transportasi klasik, tetapi juga menghadirkan kembali suasana ekstrem yang sering dialami para pengemudi dan penumpang bus kala melintasi jalur pegunungan tersebut.

Pada masa itu, kawasan Puncak dikenal dengan cuacanya yang sulit diprediksi. Musim penghujan kerap membawa kabut tebal yang turun secara tiba-tiba, menyelimuti hampir seluruh permukaan jalan. 

Dalam kondisi tertentu, kabut dapat begitu pekat hingga jarak pandang menyusut drastis, bahkan hanya menyisakan beberapa meter saja. Situasi seperti inilah yang terlihat dalam dokumentasi tahun 1981 tersebut, ketika sang sopir memilih menghentikan bus demi keamanan.

Para awak bus harus menerapkan prosedur keselamatan yang mengandalkan insting dan pengalaman lapangan. Salah satu langkah yang umum dilakukan pada masa itu adalah menurunkan kondektur untuk berjalan di depan bus sambil membawa lampu senter. 

Dengan penerangan seadanya, kondektur memandu sopir agar tetap berada pada jalur aman, terutama di tikungan-tikungan tajam dan turunan panjang yang menjadi ciri khas Puncak Pas.

Perjalanan melalui Puncak pada era tersebut sering kali membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan. Selain kabut, hujan deras dan kondisi jalan yang masih sempit juga menambah tantangan bagi kendaraan besar seperti bus antarkota. 

Namun bagi banyak orang, kesulitan itu justru menjadi bagian dari romantika perjalanan darat di masa lalu, ketika keselamatan bergantung pada kehati-hatian sopir dan kerjasama awak bus yang solid.

Bus Mercedes OF1113 yang digunakan PO Kramat Djati sendiri dikenal sebagai salah satu armada tangguh pada zamannya. Dengan mesin diesel yang kuat dan bodi yang kokoh, bus ini menjadi andalan untuk berbagai rute jarak jauh, termasuk yang melintasi daerah pegunungan seperti Puncak Bogor. 

Tidak sedikit penumpang yang mengenang kenyamanan khas bus ini, mulai dari suara mesinnya yang mendengung halus hingga joknya yang tebal dan ergonomis.

Kisah perjalanan di tahun 1981 tersebut kini menjadi nostalgia berharga bagi penggemar transportasi klasik dan pemerhati sejarah perjalanan darat di Indonesia. 

Foto dan cerita yang tersisa memberikan gambaran autentik tentang tantangan yang dihadapi operator bus sebelum hadirnya teknologi navigasi modern, jalan yang lebih lebar, dan sistem keselamatan yang lebih canggih.

Seiring berjalannya waktu, kondisi jalur Puncak mengalami sejumlah pembenahan dan modernisasi. Namun bayangan tentang bus yang perlahan merayap menembus kabut tebal dengan panduan lampu senter tetap menjadi kisah legendaris yang sulit dihapus dari memori kolektif perjalanan era 1980-an. 

Nostalgia ini menjadi bukti bahwa setiap perjalanan memiliki cerita, dan setiap perjalanan masa lalu menyimpan nilai sejarah yang patut dikenang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *