![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kelurahan Sukamenteri,Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam rangka mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan.
Sementara untuk kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, dan menjadi momentum penting dalam menjaring, membahas, serta menyepakati berbagai usulan pembangunan yang berasal dari masyarakat tingkat Rukun Warga (RW).
Musrenbang Kelurahan Sukamenteri diikuti oleh sekitar 80 peserta yang merupakan representasi dari 25 Rukun Warga se-Kelurahan Sukamenteri. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur perangkat kelurahan, ketua RW dan RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), BKM, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan unsur lainnya yang selama ini berperan aktif dalam pembangunan wilayah.
Lurah Sukamenteri, Wijiyono, SE, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang kelurahan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis yang menjadi fondasi awal penyusunan rencana pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas perencanaan pembangunan sangat ditentukan oleh sejauh mana aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara objektif dan transparan.
“Musrenbang kelurahan ini adalah wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayahnya. Apa yang dibahas hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari tingkat RW,” ujar Wijiyono saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya. Kamis, (15/01/2026).
Ia menjelaskan, sebelum Musrenbang kelurahan dilaksanakan, Pemerintah Kelurahan Sukamenteri telah lebih dulu menggelar pra-Musrenbang di masing-masing RW. Dalam forum pra-Musrenbang tersebut, warga secara langsung menyampaikan berbagai usulan, mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan, peningkatan pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program sosial kemasyarakatan.
“Pra-Musrenbang ini sangat penting agar usulan yang masuk bukan usulan sepihak, tetapi hasil musyawarah warga. Dari sana kami lakukan inventarisasi, verifikasi, dan penentuan skala prioritas,” jelasnya.
Wijiyono menambahkan, tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan karena harus disesuaikan dengan kewenangan, kemampuan anggaran, serta prioritas pembangunan daerah. Namun demikian, seluruh usulan yang telah disepakati dalam Musrenbang kelurahan akan dibawa dan diperjuangkan pada tahapan berikutnya, yakni Musrenbang tingkat kecamatan, hingga selanjutnya ke tingkat kabupaten.
Dalam forum Musrenbang tersebut, suasana diskusi berlangsung dinamis. Para perwakilan RW secara aktif menyampaikan pandangan, masukan, serta penegasan terhadap usulan yang dianggap paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran warga akan pentingnya peran mereka dalam proses perencanaan pembangunan.
Lurah Sukamenteri juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat adalah kunci. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita berharap pembangunan di Sukamenteri bisa lebih merata dan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain membahas usulan fisik, Musrenbang kelurahan juga menyoroti pentingnya program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi warga.
Kegiatan Musrenbang Kelurahan Sukamenteri ditutup dengan penetapan daftar usulan prioritas yang akan menjadi bahan pembahasan pada Musrenbang tingkat kecamatan. Pemerintah kelurahan berharap, melalui proses yang transparan dan partisipatif ini, hasil pembangunan ke depan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Dengan terlaksananya Musrenbang ini, Kelurahan Sukamenteri menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi publik, sekaligus memastikan bahwa setiap tahapan perencanaan pembangunan dilakukan secara demokratis, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (DIX)
