Muscalub DPC APTI Kabupaten Garut Digelar, Kepengurusan Baru Periode 2025–2030 Resmi Terbentuk, Ini Pernyataan Ketua Terpilih Undang Herman

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Kabupaten Garut resmi digelar sebagai respons atas dinamika internal organisasi dan aspirasi petani tembakau di berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung lancar, aman, dan penuh antusiasme, dengan dihadiri perwakilan dari 19 kecamatan dari total 25 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) APTI se-Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Sabtu, (13/12/2025).

Muscalub ini dilaksanakan berdasarkan mosi tidak percaya yang disampaikan para petani tembakau terhadap kepengurusan DPC APTI Kabupaten Garut sebelumnya. Mosi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi yang sah, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga APTI, dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat.

Dinamika dan Proses Organisasi

Sebelum pelaksanaan Muscalub, para pengurus DPK APTI Kabupaten Garut terlebih dahulu melakukan silaturahmi serta konsultasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTI Provinsi Jawa Barat. 

Sementara dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD APTI Jawa Barat memberikan arahan serta menyetujui pelaksanaan Muscalub sebagai langkah konstitusional untuk menyelesaikan persoalan internal organisasi di tingkat kabupaten.

Pelaksanaan Muscalub berlangsung demokratis dan kondusif. Setiap perwakilan DPK APTI diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pandangan, evaluasi, serta usulan terkait arah dan masa depan organisasi. 

Suasana musyawarah mencerminkan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan sektor tembakau, sekaligus harapan agar APTI dapat kembali menjadi wadah perjuangan yang kuat dan dipercaya oleh para petani.

Kepengurusan Baru Resmi Ditetapkan

Melalui Muscalub tersebut, forum secara resmi menetapkan kepengurusan baru DPC APTI Kabupaten Garut untuk masa bakti 2025–2030. Dalam hasil musyawarah, Undang Herman terpilih sebagai Ketua DPC APTI Kabupaten Garut. Ia akan didampingi oleh Babang Hermawan sebagai Sekretaris dan H. Tatang Rusmana sebagai Bendahara.

Penetapan kepengurusan baru ini disambut positif oleh para peserta Muscalub. 

Di sisi lain,mereka berharap kepengurusan yang baru mampu membawa perubahan nyata, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan petani tembakau yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga, perubahan iklim, hingga kebijakan cukai yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha tani tembakau.

Komitmen Ketua Terpilih

Ketua DPC APTI Kabupaten Garut terpilih, Undang Herman, dalam pernyataannya menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan keterbukaan. Ia menyebut bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi internal organisasi.

“Setelah Muscalub ini, tidak boleh ada lagi sekat di antara kita. APTI harus kembali menjadi rumah besar bagi seluruh petani tembakau di Kabupaten Garut,” ujar Undang Herman.

Ia juga menekankan pentingnya merangkul para mantan pengurus DPC APTI Kabupaten Garut sebelumnya, termasuk tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam memperjuangkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ke Kabupaten Garut.

“Perjuangan pengurus lama tidak boleh dihapus. Kami akan melakukan rekonsiliasi dan melanjutkan hal-hal baik yang sudah diperjuangkan demi kesejahteraan petani,” katanya.

Fokus Program dan Sinergi Pemerintah

Selain rekonsiliasi internal, Undang Herman menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan segera menyusun rencana kerja jangka menengah lima tahun ke depan. Penyusunan program kerja tersebut akan difokuskan pada penguatan kelembagaan APTI, peningkatan kapasitas petani tembakau, serta advokasi kebijakan yang berpihak pada petani.

Untuk tahun 2026, DPC APTI Kabupaten Garut juga berencana menjalin sinergi dengan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan DBHCHT, peningkatan kualitas produksi tembakau, serta perlindungan petani dari berbagai kebijakan yang berpotensi merugikan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting, karena ribuan petani tembakau di Garut menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tegas Undang Herman.

Harapan Petani Tembakau Garut

Keberadaan APTI di Kabupaten Garut memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan petani tembakau. Dengan terbentuknya kepengurusan baru hasil Muscalub, para petani berharap APTI dapat kembali menjadi organisasi yang solid, transparan, dan memiliki daya tawar kuat dalam menyuarakan kepentingan mereka.

Muscalub DPC APTI Kabupaten Garut ini pun diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi dan penguatan peran APTI dalam menghadapi tantangan sektor tembakau ke depan, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga petani tembakau di Kabupaten Garut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *