Miris! Keterbatasan Ruang Kelas, Siswa SDN Cibarengkok Tasikmalaya Terpaksa Belajar di Ruang Guru

Loading

Tasikmalaya,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi dunia pendidikan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kembali menjadi sorotan. SD Negeri (SDN) Cibarengkok yang berlokasi di Kampung Cibarengkok, Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di ruang guru akibat keterbatasan ruang kelas yang sudah tidak layak digunakan.

Pada tahun 2025 ini, SDN Cibarengkok tercatat memiliki sekitar 81 siswa. Namun ironisnya, jumlah peserta didik tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. 

Akibat kondisi bangunan yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan, pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan memindahkan sebagian siswa untuk belajar di ruang guru.

Salah seorang guru SDN Cibarengkok, Ikin Sukma Gunadi, saat diwawancarai media TRIBUNPRIBUMI.com di ruang guru pada Jumat (19/12/2025), membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Kami terpaksa menarik siswa untuk belajar di ruang guru karena kondisi ruang kelas sudah tidak layak pakai. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diharapkan jika tetap digunakan,” ujar Ikin.

Menurutnya, meskipun ruang guru sejatinya difungsikan sebagai tempat kerja para pendidik, kondisi darurat membuat ruangan tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara. Situasi ini tentu menimbulkan keterbatasan dalam proses belajar mengajar.

“Suasananya memang menjadi berisik karena ruang guru juga dipakai untuk aktivitas administrasi dan tugas guru. Namun kami tetap berusaha fokus agar pembelajaran berjalan lancar dan siswa tetap mendapatkan haknya untuk belajar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ikin menjelaskan bahwa kondisi SDN Cibarengkok saat ini tidak terlepas dari sejarah panjang dampak bencana alam. Sekolah tersebut diketahui hancur akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah pesisir selatan Tasikmalaya pada tahun 2006 silam. Sejak peristiwa tersebut, pemulihan sarana pendidikan berjalan sangat lambat.

“Setelah bertahun-tahun, baru pada akhir tahun 2023 kami menerima bantuan rehabilitasi berupa satu ruang kelas dan satu ruang guru. Setelah itu, sampai sekarang belum ada lagi bantuan untuk pembangunan ruang kelas tambahan,” ungkapnya.

Keterbatasan ruang belajar ini berdampak langsung pada kenyamanan dan konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran. Proses belajar mengajar yang seharusnya berlangsung kondusif terpaksa dilakukan dalam kondisi serba terbatas.

Pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, agar SDN Cibarengkok mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru.

“Harapan kami di tahun 2026 mendatang ada tambahan ruang kelas. Dengan fasilitas yang layak, siswa-siswi tentu akan lebih semangat dalam belajar dan proses pendidikan bisa berjalan optimal,” tambah Ikin.

Kondisi ini juga menuai keprihatinan dari para orang tua siswa. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa khawatir dengan keselamatan dan kenyamanan anaknya selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut.

“Kami sebagai orang tua tentu bingung dan cemas jika anak harus belajar di tempat yang kurang nyaman. Kalau ruangannya bagus dan layak pakai, kami pasti merasa lebih tenang dan aman,” ucapnya.

Ia bahkan mengaku sempat berpikir untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain jika kondisi tersebut terus berlarut-larut tanpa adanya perbaikan. Menurutnya, kenyamanan ruang belajar sangat berpengaruh terhadap semangat dan perkembangan anak.

“Anak-anak butuh tempat belajar yang aman dan nyaman. Kalau kondisinya seperti ini terus, kami khawatir semangat belajar mereka menurun,” imbuhnya.

Masyarakat setempat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan terdampak bencana. Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, dan sudah sepatutnya didukung dengan fasilitas yang memadai demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu adanya tindak lanjut dan perhatian dari pihak terkait untuk segera mengatasi persoalan keterbatasan ruang kelas di SDN Cibarengkok. (Saepuloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *