Mahasiswa KKN STIT Fatahillah Tanamkan Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri Sarongge, Dorong Lingkungan Sekolah Aman dan Berkarakter

Loading

Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya pencegahan bullying sejak dini terus digencarkan oleh berbagai pihak, salah satunya melalui kegiatan edukatif di lingkungan sekolah dasar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Fatahillah melaksanakan program edukasi anti-bullying di SD Negeri Sarongge yang berlokasi di Kampung Sarongge RT 014/RW 07, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat, (23/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN STIT Fatahillah di bidang pendidikan dan pembinaan karakter anak. Edukasi anti-bullying dipilih sebagai tema utama karena dinilai sangat relevan dengan kondisi perkembangan peserta didik usia sekolah dasar, yang masih berada dalam fase pembentukan sikap, karakter, dan kepribadian.

Sejak pagi hari, suasana SD Negeri Sarongge tampak berbeda. Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Mahasiswa KKN hadir sebagai fasilitator yang menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif, ramah anak, serta mudah dipahami. Interaksi dua arah antara pemateri dan siswa membuat kegiatan berlangsung hidup dan menyenangkan.

Ketua Kelompok KKN STIT Fatahillah, Abdul Azis, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai arti penting saling menghargai, menghormati, dan menjaga perasaan sesama teman di lingkungan sekolah.

“Bullying bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga bisa berupa ejekan, hinaan, atau pengucilan. Jika dibiarkan, hal ini dapat berdampak serius terhadap kondisi mental dan sosial anak. Oleh karena itu, edukasi seperti ini perlu dilakukan sejak dini,” ujar Abdul Azis.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut mahasiswa KKN berupaya menanamkan keberanian kepada siswa untuk bersikap baik, menolak tindakan perundungan, serta berani melaporkan kepada guru apabila melihat atau mengalami bullying. Menurutnya, peran guru dan lingkungan sekolah sangat penting dalam menciptakan rasa aman bagi peserta didik.

Dalam sesi materi, mahasiswa KKN memaparkan pengertian bullying, jenis-jenis bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, serta dampak negatif yang dapat dialami korban. Penyampaian materi dikemas secara sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan. Para siswa diberi kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan menceritakan pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami. Hal ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.

Abdul Azis menambahkan bahwa edukasi anti-bullying ini diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membentuk karakter siswa yang berempati, toleran, dan peduli terhadap sesama.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Lingkungan yang aman dan nyaman akan membantu anak tumbuh dengan lebih percaya diri dan sehat secara mental,” tambahnya.

Pihak SD Negeri Sarongge menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN STIT Fatahillah. Sekolah menilai kegiatan tersebut sangat positif dan sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif, ramah anak, serta bebas dari tindakan perundungan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter anak. Edukasi anti-bullying menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang berakhlak, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini. (REZZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *