Longsor Terjang Desa Sukajaya Lembang, Dua Warga Meninggal Dunia Tertimbun Saat Tidur

Loading

Bandung Barat, TRIBUNPRIBUMI.com – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, longsor terjadi di Kampung Sukadami RT 02 RW 07, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang,Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa tragis tersebut dipicu oleh hujan deras yang berlangsung cukup lama dan disertai angin kencang, sehingga menyebabkan pergerakan tanah dari lereng di sekitar permukiman warga.

Menurut laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, material longsoran memiliki ketinggian kurang lebih 10 meter dan langsung menghantam rumah-rumah warga yang berada di bawah lereng. Akibat kejadian ini, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, bahkan ada rumah yang tertimbun material tanah dan bebatuan.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang warga Desa Sukajaya dilaporkan meninggal dunia. Keduanya diketahui tertimbun longsoran tanah saat sedang tertidur di dalam rumah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas.

Sementara tak lama setelah menerima laporan, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat segera turun ke lokasi kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, serta unsur relawan kebencanaan. 

Proses evakuasi korban dan pembersihan material longsor dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Petugas di lapangan juga melakukan assesment awal untuk mendata jumlah rumah terdampak serta kondisi warga yang berada di sekitar lokasi bencana. Hingga berita ini diturunkan, data korban dan kerusakan masih dalam tahap pendataan dan belum sepenuhnya terkonfirmasi, karena medan yang cukup berat dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas kebencanaan apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan di permukaan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak biasa.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi sementara warga jika kondisi dinilai membahayakan keselamatan.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat, khususnya di kawasan perbukitan seperti Kecamatan Lembang. (Nenk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *