![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di kawasan wisata Situ Bagendit,Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada Lebaran 2025 terjadi lonjakan pengunjung yang cukup signifikan, tahun ini jumlah wisatawan terpantau lebih landai.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala UPT Objek Wisata Situ Bagendit, Wawan Kulnaedin, saat memberikan keterangan di kawasan wisata andalan Kabupaten Garut tersebut. Ia mengakui adanya penurunan intensitas kunjungan, namun menegaskan bahwa kondisi ini masih dalam batas wajar.
“Untuk Lebaran tahun 2026 ini memang tidak seperti tahun sebelumnya yang mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun demikian, kondisi ini tetap kami sikapi dengan langkah-langkah optimal dalam pelayanan,” ujar Wawan saat di wawancarai awak media,Senin (23/03/2025).
Menurutnya, fluktuasi jumlah pengunjung merupakan hal yang lumrah terjadi dalam sektor pariwisata. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, tren destinasi wisata, hingga faktor cuaca dan mobilitas masyarakat saat libur panjang.
Meski jumlah pengunjung tidak membludak, pihak UPT tetap melakukan berbagai persiapan matang guna memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan. Pembenahan fasilitas menjadi salah satu fokus utama, mulai dari area parkir, kebersihan lingkungan, hingga kesiapan wahana wisata yang ada di kawasan Situ Bagendit.
“Kami tetap memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi baik dan siap digunakan. Kebersihan kawasan juga terus kami jaga agar pengunjung merasa nyaman selama berada di sini,” jelasnya.
Selain itu, unsur keamanan menjadi perhatian serius dalam pengelolaan wisata selama musim libur Lebaran. Pihak UPT menjalin koordinasi intensif dengan aparat keamanan dari unsur Polri dan TNI guna memastikan situasi tetap kondusif.
Wawan menegaskan bahwa jaminan keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengunjung. Ia memastikan tidak ada ruang bagi gangguan yang dapat merusak kenyamanan wisatawan, termasuk potensi tindakan premanisme.
“Kami bersama aparat keamanan terus berkoordinasi untuk memastikan kawasan wisata ini aman. Kami jamin para pengunjung bisa menikmati liburan dengan rasa nyaman dan tenang,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk pengembangan ke depan. Inovasi dalam pengelolaan wisata dinilai menjadi kunci agar Situ Bagendit tetap mampu bersaing dengan destinasi lain.
Beberapa langkah yang tengah disiapkan di antaranya peningkatan kualitas wahana wisata, penataan kawasan yang lebih menarik, serta penguatan promosi agar daya tarik Situ Bagendit semakin luas dikenal masyarakat.
“Kami terus berbenah dan melakukan evaluasi. Harapannya, ke depan Situ Bagendit bisa semakin berkembang dan kembali mengalami peningkatan kunjungan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Sebagai salah satu ikon wisata di Kabupaten Garut, Situ Bagendit memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah, pengelola, maupun masyarakat, kawasan wisata ini diharapkan tetap menjadi destinasi favorit, terutama saat momentum libur panjang seperti Lebaran.
Di tengah perubahan tren kunjungan wisatawan, komitmen menjaga kualitas pelayanan, fasilitas, dan keamanan menjadi langkah strategis agar kepercayaan publik terhadap destinasi ini tetap terjaga. (*)
