![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Sukamulya melalui kegiatan gotong royong massal yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, unsur keamanan, serta masyarakat setempat. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong masih tumbuh dan terjaga di tengah kehidupan masyarakat desa.
Sejak pagi hari, aparat desa bersama Babinsa dan Bimaspol telah berkumpul di titik yang telah ditentukan. Warga dari berbagai RT turut hadir membawa peralatan kebersihan seperti cangkul, sapu, arit, hingga gerobak dorong. Tanpa sekat, seluruh elemen masyarakat membaur dalam satu tujuan: menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Adapun sasaran utama kegiatan gotong royong ini meliputi pembersihan jalan desa, pengangkatan sampah di saluran air, pemotongan rumput liar di pinggir jalan, serta penataan area fasilitas umum. Beberapa titik yang sebelumnya terlihat kumuh kini tampak lebih tertata dan bersih setelah dibersihkan secara bersama-sama.
Kepala Desa Sukamulya dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Gotong royong adalah warisan budaya yang harus terus kita hidupkan. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat,” ujarnya. Jum’at (13/02/2026).
Ia menambahkan, kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Saluran air yang bersih akan mencegah genangan yang berpotensi menjadi sarang penyakit, sementara lingkungan yang tertata rapi menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri.
Kehadiran Babinsa dan Bimaspol dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah desa dan aparat keamanan dalam membangun wilayah yang tertib dan kondusif. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
Salah satu warga yang turut serta mengaku senang dengan adanya kegiatan gotong royong ini. Menurutnya, selain membuat lingkungan menjadi bersih, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antarwarga.
“Kalau dikerjakan bersama-sama terasa lebih ringan. Selain itu, kita jadi bisa saling berinteraksi dan memperkuat kebersamaan,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya kaum pria, ibu-ibu dan pemuda desa pun turut berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semangat kolektif ini menjadi gambaran bahwa kesadaran menjaga kebersihan mulai tumbuh sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat.
Pemerintah Desa Sukamulya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan terjadwal, sehingga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada momentum tertentu. Kepala desa juga mengajak masyarakat untuk menjaga hasil gotong royong yang telah dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga fasilitas umum yang telah dibersihkan.
Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, Desa Sukamulya diharapkan mampu menjadi contoh desa yang bersih, sehat, dan harmonis. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan sederhana seperti ini diyakini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Mardani Lubis)
