Kisah Lansia Mada Menggugah Kepedulian, Plt Camat Karangbahagia Tinjau Langsung Kediaman Warga

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Kisah pilu seorang lanjut usia bernama Mada (70) yang viral di sejumlah media online akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Karangbahagia, H. Hanif, S.Sos., MM, turun langsung meninjau kondisi rumah Mada di Kampung Kalender RT 002 RW 001, Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada.Selasa, (16/12/2025).

Kedatangan Plt Camat Karangbahagia tersebut dilakukan setelah dirinya membaca pemberitaan yang menggambarkan kondisi kehidupan Mada yang memprihatinkan. Dari hasil peninjauan, rumah yang ditempati lansia tersebut tampak sangat sederhana dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

H. Hanif mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi warga lanjut usia tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak boleh hanya sebatas administrasi atau laporan tertulis.

“Setelah membaca pemberitaan yang beredar, kami merasa perlu datang langsung. Ketika melihat sendiri kondisi Pak Mada, tentu ini sangat menyentuh sisi kemanusiaan. Beliau adalah warga kita yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan,” ujar H. Hanif.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga lansia yang hidup dalam keterbatasan.

“Pemerintah harus hadir secara nyata, melihat langsung kondisi di lapangan, dan memastikan warga seperti Pak Mada tidak merasa sendirian,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian awal, Plt Camat Karangbahagia menyerahkan bantuan paket sembako kepada Mada. Penyerahan bantuan tersebut diterima oleh pihak keluarga dan disaksikan oleh perangkat Pemerintah Desa Karangmukti.

Sementara itu, Ida Rosida, salah satu anggota keluarga Mada, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah kecamatan.

“Kami sangat terharu dan berterima kasih atas kedatangan Pak Camat dan jajarannya. Selama ini Pak Mada hidup dalam keterbatasan, sehingga bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Ida dengan mata berkaca-kaca.

Ia berharap perhatian yang diberikan tidak berhenti sampai di sini dan ada bantuan lanjutan yang dapat meringankan beban hidup Mada.

“Kami berharap ada perhatian berkelanjutan. Pak Mada sudah lanjut usia dan benar-benar membutuhkan uluran tangan,” harapnya.

Kunjungan tersebut menjadi secercah harapan bagi Mada dan keluarganya, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan empati sosial masih hidup, serta kehadiran pemerintah sangat dinantikan oleh warga yang membutuhkan.

(AM/ML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *