Ketulusan Tanpa Pamrih: Radit Maulana, Pemuda 21 Tahun dari Cipatujah, Wujudkan Impian Sang Nenek Berumrah

Loading

Tasikmalaya,TRIBUNPRIBUMI.com –  Ketulusan hati dan kerja keras mampu melahirkan kisah yang menggetarkan nurani. Itulah yang tergambar dari sosok Radit Maulana (21), seorang pemuda asal Kampung Sukajaya RT 018 RW 005, Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang dengan penuh cinta dan sayang memberangkatkan nenek tercintanya, Ibu Rukiah (63), untuk menunaikan ibadah Umrah ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.

Radit Maulana merupakan putra dari Sa’adah dan almarhum Yana. Sejak kecil, Radit tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai kerja keras dan bakti kepada orang tua. Sosok Ibu Rukiah, sang nenek, memiliki peran besar dalam perjalanan hidup Radit. Dari beliaulah Radit banyak belajar tentang kesabaran, doa, dan keikhlasan menjalani hidup.

Niat untuk memberangkatkan sang nenek berumrah bukanlah keinginan sesaat. Keinginan tersebut telah lama tertanam di hati Radit. Ia menyadari bahwa bagi seorang lansia, kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci adalah impian yang sangat berharga, namun kerap terkendala oleh keterbatasan biaya.

Berbekal tekad kuat, Radit yang bekerja di salah satu koperasi mulai menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit. Dengan penuh kedisiplinan, ia menabung secara konsisten dalam jangka waktu yang tidak singkat. Setiap rupiah yang disisihkan menjadi saksi atas kesungguhan niatnya.

Dalam proses tersebut, Radit juga mendapatkan dukungan moral yang besar dari pihak koperasi tempatnya bekerja. Lingkungan kerja yang suportif turut memberi semangat hingga akhirnya rencana mulia itu dapat terwujud. Bagi Radit, keberhasilan ini bukan tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang membahagiakan orang yang sangat ia cintai.

Puncak haru terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, saat Ibu Rukiah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Kejutan itu membuat keluarga besar Radit tak kuasa menahan air mata. Mereka tak menyangka pemuda berusia 21 tahun tersebut mampu mewujudkan impian besar bagi seorang nenek dengan cara yang begitu mulia.

Suasana penuh emosi menyelimuti momen keberangkatan di bandara. Tangis bahagia, doa, dan pelukan hangat mengiringi langkah Ibu Rukiah menuju perjalanan spiritualnya. Wajah sang nenek tampak berseri, memancarkan rasa syukur yang mendalam atas kasih sayang cucu tercintanya.

Supendi, kakak laki-laki Ibu Rukiah, mengaku terharu dan bangga. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan ucapan selamat jalan kepada sang ibunda sekaligus ungkapan terima kasih kepada Radit Maulana. Menurutnya, apa yang dilakukan Radit merupakan bentuk bakti luar biasa yang patut menjadi teladan bagi generasi muda.

Kisah Radit Maulana menjadi pengingat bahwa ketulusan dan niat baik yang disertai kerja keras akan menemukan jalannya. Di tengah tantangan hidup dan keterbatasan ekonomi, Radit membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berbuat besar, terutama dalam urusan bakti kepada orang tua dan keluarga.

Lebih dari sekadar perjalanan ibadah, keberangkatan umrah ini menjadi simbol cinta, pengorbanan, dan doa seorang cucu kepada neneknya. Sebuah kisah inspiratif dari pelosok Tasikmalaya yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari memberi, bukan menerima. (Saepuloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *