![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepemimpinan yang kuat, inovatif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat kembali dibuktikan oleh Lurah Sukamenteri, Wijiyono, S.E., M.Si. Melalui pendekatan yang kreatif dan humanis, Wijiyono berhasil membawa perubahan signifikan di wilayahnya, dari lingkungan yang sebelumnya terkesan kumuh dan semrawut, kini menjadi kawasan yang tertata rapi, bersih, serta menjunjung tinggi nilai kedisiplinan.
Diketahui, bahwa Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat ini, salah satu sentral kantor Kelurahan yang ada di pusat kota Garut dengan berbagai karakter masyarakat yang bervariatif namun tetap kondusif di bawah kepemimpinan Wiyono.
Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kerja sama erat antara pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, serta partisipasi aktif masyarakat. Di bawah kepemimpinan Wijiyono, penataan lingkungan bukan hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan budaya hidup bersih warga.
Kepemimpinan yang Mengedepankan Partisipasi Warga
Sejak menjabat sebagai Lurah Sukamenteri, Wijiyono menanamkan prinsip bahwa pembangunan lingkungan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, ia memilih pendekatan dialogis dan persuasif, menjalin komunikasi intensif dengan RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda setempat.
“Lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman tidak bisa diwujudkan hanya dengan kebijakan dari atas. Harus ada kesadaran bersama. Pemerintah hadir sebagai penggerak dan fasilitator,” ujar Wijiyono dalam salah satu kegiatan penataan lingkungan.
Melalui musyawarah warga, berbagai persoalan lingkungan dibahas secara terbuka, mulai dari penanganan sampah, penertiban bangunan, hingga perawatan fasilitas umum. Warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama perubahan.
Inovasi Penataan Lingkungan dan Kebersihan
Salah satu fokus utama kepemimpinan Wijiyono adalah penataan kawasan permukiman padat. Wilayah yang sebelumnya terlihat kumuh, dengan saluran air tersumbat dan tata bangunan yang tidak beraturan, perlahan dibenahi melalui program penataan lingkungan terpaduli.
Program tersebut meliputi normalisasi drainase, penataan jalan lingkungan, penertiban bangunan liar, serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga. Kelurahan juga mendorong pembentukan bank sampah dan kelompok peduli lingkungan sebagai upaya mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan limbah.
Tak hanya itu, budaya kerja bakti rutin kembali dihidupkan. Setiap RT dan RW dijadwalkan melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara berkala. Aparat kelurahan, termasuk lurah, kerap turun langsung ke lapangan sebagai bentuk keteladanan.
Membangun Disiplin dan Kesadaran Sosial
Menurut Wijiyono, lingkungan yang tertata tidak akan bertahan lama tanpa kedisiplinan warga. Oleh karena itu, selain penataan fisik, ia juga menekankan pembinaan sosial melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan.
Kelurahan Sukamenteri aktif memberikan edukasi tentang kebersihan lingkungan, ketertiban umum, serta pentingnya menjaga fasilitas bersama. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan warga, kegiatan PKK, karang taruna, hingga pendekatan langsung kepada generasi muda.
Perubahan pola pikir ini mulai membuahkan hasil. Warga kini lebih peduli terhadap kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta lebih tertib dalam memanfaatkan ruang lingkungan.
Dampak Positif yang Dirasakan Masyarakat
Hasil dari kepemimpinan inovatif tersebut kini dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Sukamenteri. Lingkungan yang dulunya kumuh dan rawan banjir kini terlihat lebih rapi dan bersih. Saluran air berfungsi dengan baik, jalan lingkungan lebih tertata, serta ruang publik menjadi lebih nyaman untuk aktivitas warga.
Salah seorang warga mengungkapkan rasa bangganya atas perubahan tersebut. “Dulu lingkungan kami sering kotor dan tidak terurus. Sekarang jauh lebih bersih dan tertib. Kami jadi lebih nyaman dan betah tinggal di sini,” ujarnya.
Selain meningkatkan kenyamanan, perubahan lingkungan juga berdampak pada meningkatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga. Gotong royong kembali menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Keteladanan Seorang Pemimpin
Wijiyono dikenal sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberi contoh nyata. Kehadirannya di lapangan, baik saat kerja bakti maupun saat meninjau langsung kondisi lingkungan, menjadi motivasi tersendiri bagi warga.
Gaya kepemimpinan yang sederhana, terbuka, dan solutif membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Ia juga responsif terhadap keluhan warga dan cepat mengambil langkah penyelesaian terhadap permasalahan yang muncul di lingkungan.
Menjadi Inspirasi bagi Wilayah Lain
Keberhasilan penataan lingkungan di Kelurahan Sukamenteri kini mulai mendapat perhatian dari wilayah lain. Banyak pihak menilai bahwa apa yang dilakukan Wijiyono dapat menjadi contoh praktik baik dalam membangun kawasan perkotaan yang tertib dan berkelanjutan.
Dengan keterbatasan anggaran, namun didukung inovasi, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat, perubahan besar tetap dapat diwujudkan. Hal ini membuktikan bahwa kunci utama pembangunan bukan semata pada besarnya dana, melainkan pada kualitas kepemimpinan.
Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, Lurah Sukamenteri Wijiyono, S.E., M.Si. menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik. Ia berharap, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat yang telah terbentuk dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami ingin Sukamenteri menjadi kelurahan yang tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga memiliki masyarakat yang peduli, disiplin, dan berdaya,” pungkasnya.
Transformasi Sukamenteri hari ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kepemimpinan yang inovatif, kreatif, dan peduli masyarakat, lingkungan kumuh pun dapat berubah menjadi kawasan yang tertata rapi, nyaman, dan membanggakan. (DIX)
