Kepala Desa Cigedug, Basit Abdul Kodir: “Kami Adalah Pelayan dan Pelindung Masyarakat, Kami Tahu Persis Apa yang Diinginkan Warga”

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepala Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Basit Abdul Kodir menegaskan bahwa pemerintah desa harus hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat dalam arti yang sesungguhnya. Bagi dirinya, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat.

“Pada prinsipnya kami ini adalah pelayan dan pelindung masyarakat. Intinya, kami tahu persis apa yang diinginkan seluruh warga,” tegas Basit Abdul Kodir saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Desa Cigedug. Jum’at, (27/02/2026).

Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Basit mengungkapkan bahwa selama memimpin Desa Cigedug, ia bersama jajaran perangkat desa berupaya membangun pola komunikasi yang intensif dengan masyarakat. Ia tidak ingin pemerintah desa berjalan sendiri tanpa mendengar aspirasi warga.

Menurutnya, setiap kebijakan dan program pembangunan di Desa Cigedug selalu didahului dengan musyawarah. Forum musyawarah desa, rembuk warga, hingga pertemuan informal menjadi sarana untuk menyerap aspirasi. Ia menilai, pendekatan partisipatif adalah kunci agar pembangunan desa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak ingin membuat program yang hanya bagus di atas kertas. Program harus sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, kami sering turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, mendengar keluhan mereka secara langsung,” ujarnya.

Pelayanan Administrasi Diperkuat

Basit menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah desa adalah peningkatan pelayanan administrasi. Ia menyadari bahwa pelayanan yang lambat atau berbelit dapat menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada seluruh perangkat desa untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan tanpa pungutan liar. Mulai dari pengurusan surat menyurat, administrasi kependudukan, hingga rekomendasi bantuan sosial harus dilayani dengan profesional.

“Kami selalu tekankan kepada perangkat desa, jangan pernah mempersulit masyarakat. Permudah selama sesuai aturan. Jangan sampai ada warga yang merasa dipersulit atau tidak dilayani dengan baik,” katanya.

Basit juga memastikan bahwa pelayanan dilakukan secara terbuka dan transparan. Informasi terkait prosedur dan persyaratan administrasi dipasang secara jelas agar masyarakat memahami alur pelayanan.

Transparansi Anggaran dan Pembangunan

Selain pelayanan administrasi, Basit menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa. Ia menyatakan bahwa dana desa harus dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Setiap kegiatan pembangunan, baik fisik seperti infrastruktur jalan dan sarana umum, maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat, harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Anggaran desa itu milik masyarakat. Kami hanya mengelola. Maka sudah menjadi kewajiban kami untuk transparan dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan, papan informasi kegiatan dan penggunaan anggaran dipasang sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. Dengan begitu, warga bisa mengetahui secara jelas program apa saja yang sedang dan telah dilaksanakan.

Fokus pada Kesejahteraan dan Pemberdayaan

Basit juga menyampaikan bahwa pemerintah desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan. Ia mendorong penguatan sektor ekonomi lokal agar masyarakat memiliki kemandirian.

Program pemberdayaan, pelatihan, serta dukungan terhadap kelompok usaha masyarakat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan taraf hidup warga khususnya di bidang pertanian. Ia percaya bahwa desa yang kuat adalah desa yang warganya berdaya saing.

“Kami ingin masyarakat Cigedug tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri,” ujarnya.

Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan desa, Basit menekankan pentingnya menjaga integritas. Ia tidak ingin ada praktik yang merugikan masyarakat atau mencederai nama baik pemerintah desa.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Kalau itu hilang, sulit untuk membangun desa dengan baik. Karena itu kami berkomitmen menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan desa. Kritik dan saran, menurutnya, merupakan bagian dari kontrol sosial yang sehat dan diperlukan untuk perbaikan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Basit Abdul Kodir berharap Desa Cigedug dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Baginya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup dan rasa aman masyarakat.

“Selama kami dipercaya memimpin, kami akan terus berusaha menjadi pelayan dan pelindung masyarakat. Itu komitmen kami,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *