Kapolsek Sukawening Kawal Penyerapan 21 Ton Jagung, Sinergi Nyata Dukung Ketahanan Pangan di Garut

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Garut. Pada Senin, 30 Maret 2026, Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, SH bersama jajaran anggota Polsek Sukawening, Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening, serta pihak Bulog Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus penyerapan hasil panen jagung dari kelompok tani (Poktan) Mekarjaya.

Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 08.40 WIB, diawali dari lokasi panen di Kampung Cikendal, RT 01/RW 09, Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening,Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jagung hasil panen petani kemudian diangkut menuju Gudang Bulog Copong Mandala yang berada di Desa Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.

Kehadiran Kapolsek Sukawening bersama anggota dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam keterangannya di sela kegiatan, AKP Budiman Suhardiana,S.H. Dia menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para petani agar tetap semangat dalam meningkatkan produksi pertanian.

“Ini adalah bentuk sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan petani. Kami ingin memastikan hasil panen petani terserap dengan baik oleh Bulog, sehingga dapat menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya anggota Polsek Sukawening, pegawai Bulog Kabupaten Garut, tim dari BPP Kecamatan Sukawening, serta para petani yang tergabung dalam Poktan Mekarjaya yang diketuai oleh Jajang.

Proses pengangkutan hasil panen dilakukan menggunakan kendaraan dinas mobil patroli Polsek Sukawening serta kendaraan truk. Hal ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mempercepat distribusi hasil panen agar segera masuk ke gudang penyimpanan Bulog.

Dari hasil kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 21 ton jagung berhasil diserap dan dikirim ke Gudang Bulog Kabupaten Garut. Jumlah ini menjadi capaian yang cukup signifikan dan menunjukkan produktivitas pertanian di wilayah Sukawening yang terus meningkat.

Lebih membanggakan lagi, seluruh hasil panen jagung tersebut telah melalui proses pemeriksaan kualitas dan dinyatakan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Bulog. Artinya, jagung hasil petani lokal tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga unggul dari sisi kualitas.

Peran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening dalam kegiatan ini juga sangat penting, terutama dalam memberikan pendampingan kepada petani sejak masa tanam hingga panen. Pendampingan tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas hasil panen sehingga memenuhi standar serapan Bulog.

Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring penyerapan hasil panen kwartal IV masa tanam Oktober 2025. Program penyerapan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok pangan nasional, sekaligus mengantisipasi fluktuasi harga di pasaran.

Dengan adanya penyerapan langsung oleh Bulog, petani tidak perlu khawatir terhadap anjloknya harga hasil panen. Hal ini tentu memberikan kepastian dan perlindungan bagi petani, sehingga mereka dapat terus berproduksi dengan lebih optimal.

Sinergi antara Polri, Bulog, BPP, dan kelompok tani seperti yang terlihat dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.

Ke depan, diharapkan program serapan hasil panen seperti ini dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi volume maupun jangkauan wilayah, sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya.

Dengan keberhasilan penyerapan 21 ton jagung ini, Kecamatan Sukawening kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Garut.

Langkah nyata yang dilakukan Kapolsek Sukawening bersama seluruh pihak terkait ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani, yang merasa terbantu dengan adanya kepastian pasar bagi hasil panen mereka.

Upaya bersama ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *