Kades Tambakbaya Yusron Tegaskan Prinsip Pengabdian: “Kami Pelayan Masyarakat, Bukan Untuk Dilayani”

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepala Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Yusron, kembali menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah sebagai pemimpin desa dengan mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya dalam aspek sosial kemasyarakatan.

Saat di hubungi Media Tribunpribumi.com melalui sambungan Whatsapp miliknya. Minggu, (01/03/2026). Yusron mengatakan bahwa jabatan kepala desa bukanlah posisi untuk dihormati secara berlebihan, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani dan mengabdi kepada warga.

“Saya lebih mengutamakan kepentingan masyarakat terutama dalam segi sosial. Kami adalah pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani masyarakat,” tegas Yusron.

Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

Menurut Yusron, prinsip pelayanan harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan langkah pemerintahan desa. Ia menilai, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kuatnya hubungan sosial antara pemerintah desa dan masyarakat.

Dia menyadari bahwa masyarakat Desa Tambakbaya memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam. Oleh karena itu, pendekatan yang humanis dan terbuka menjadi kunci dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Pemerintah desa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada kegiatan formal, tetapi juga ketika warga menghadapi kesulitan. Kita harus peka dan cepat merespons,” ujarnya.

Fokus pada Aspek Sosial dan Kesejahteraan

Yusron menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia berupaya mendorong berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan sosial masyarakat. Mulai dari peningkatan pelayanan administrasi, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga mediasi persoalan warga secara kekeluargaan.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam setiap program desa. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun jika pemerintah desa bekerja secara terbuka dan tidak memihak.

“Kami ingin semua warga merasakan kehadiran pemerintah desa. Jangan sampai ada yang merasa diabaikan atau dipersulit dalam mengurus keperluan administrasi,” katanya.

Yusron juga mengingatkan perangkat desa agar senantiasa menjaga sikap ramah, profesional, dan tidak arogan dalam melayani masyarakat. Baginya, pelayanan yang baik adalah cerminan kualitas kepemimpinan.

Komunikasi Terbuka dan Musyawarah

Dalam menjaga harmonisasi di tengah masyarakat, Yusron mengedepankan budaya musyawarah sebagai sarana penyelesaian persoalan. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi kemajuan desa.

“Kritik itu bukan ancaman, justru itu bentuk kepedulian. Selama disampaikan dengan baik, tentu akan kami jadikan bahan evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, desa yang maju adalah desa yang mampu membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia percaya bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga.

Harapan untuk Masa Depan Desa

Yusron berharap semangat pelayanan dan pengabdian dapat terus menjadi budaya di lingkungan pemerintahan Desa Tambakbaya. Ia ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Kalau kita bekerja dengan hati, mengutamakan kepentingan bersama, insyaallah desa akan semakin maju dan masyarakat merasa nyaman serta dihargai,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, Yusron optimistis Desa Tambakbaya dapat terus berkembang, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai sosial, solidaritas, dan kebersamaan antarwarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *