Kades Mekargalih Pimpin Rapat Khusus Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Nataru dan Potensi Bencana Alam

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan wilayah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mengantisipasi potensi bencana alam di musim penghujan, Pemerintah Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar rapat khusus antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mekargalih, H. Ateng Sopandi, dan dihadiri unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta 21 orang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Mekargalih. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Mekargalih dan menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan warga.

Dalam sambutannya, H. Ateng Sopandi menegaskan bahwa rapat ini merupakan langkah preventif pemerintah desa dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat di akhir tahun. Menurutnya, momen Nataru kerap diiringi dengan berbagai potensi kerawanan, baik dari sisi kamtibmas maupun kebencanaan, sehingga diperlukan kesiapan sejak dini.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, mobilitas warga biasanya meningkat. Ini tentu berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas jika tidak diantisipasi dengan baik. Selain itu, kita juga harus waspada terhadap bencana alam seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang karena curah hujan yang cukup tinggi,” ujar H. Ateng Sopandi saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya pada. Rabu, (24/12/2025).

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, TNI-Polri, dan Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Kades Mekargalih juga mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama demi menciptakan situasi desa yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Keamanan desa bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua harus terlibat, mulai dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, hingga masyarakat. Jika kita solid, insyaallah berbagai potensi gangguan bisa kita cegah sejak awal,” tambahnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Mekargalih dalam paparannya mengingatkan pentingnya peran aktif Linmas dalam menjaga kamtibmas di tingkat lingkungan. Ia meminta seluruh anggota Linmas untuk meningkatkan patroli dan ronda malam, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.

“Linmas adalah ujung tombak pengamanan di desa. Deteksi dini dan pelaporan cepat sangat penting agar setiap potensi gangguan kamtibmas bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” tegasnya.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi hoaks yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan dan konflik sosial di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Babinsa Desa Mekargalih, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Ia mengajak seluruh peserta rapat untuk mengenali dan memetakan wilayah-wilayah rawan bencana di Desa Mekargalih, serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

“Kesiapsiagaan itu kunci. Kita harus tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana cara berkoordinasi agar penanganan bisa cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah konkret, di antaranya peningkatan kegiatan siskamling, penjadwalan patroli rutin Linmas, penguatan koordinasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa, serta pemetaan titik-titik rawan bencana alam. Selain itu, Linmas juga diminta untuk siap membantu proses evakuasi dan penanganan awal jika terjadi bencana di wilayah desa.

Para anggota Linmas yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab demi menjaga keamanan dan keselamatan warga. Mereka juga mengapresiasi perhatian pemerintah desa yang secara rutin melibatkan Linmas dalam setiap upaya pengamanan dan kesiapsiagaan wilayah.

Dengan digelarnya rapat khusus ini, Pemerintah Desa Mekargalih berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya menjelang perayaan Nataru dan di tengah potensi bencana alam. 

Di sisi lain, adanya sinergi yang kuat antara pemerintah desa, TNI-Polri, Linmas, dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan Desa Mekargalih yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. (DIX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *