Isak Haru Iringi Purnabakti Sarwan, S.Pd., Guru Teladan SDN Datarkihiang

Loading

Tasikmalaya,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana penuh haru dan isak tangis menyelimuti acara purnabakti Sarwan, S.Pd., guru kelas SDN Datarkihiang, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang digelar pada Selasa (23/12/2025).

Pantauan awak media pada saat di lapangan,momen perpisahan tersebut menjadi kenangan emosional bagi para guru, siswa, dan orang tua murid yang selama bertahun-tahun merasakan ketulusan pengabdian sosok pendidik sederhana namun penuh dedikasi itu.

Sejak awal acara, nuansa kehangatan dan kesedihan terasa kental di ruang kelas SDN Datarkihiang yang menjadi lokasi kegiatan. Para guru tampak tak kuasa menahan air mata ketika mengenang perjalanan panjang Sarwan, S.Pd., dalam mendidik dan membimbing siswa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Kepala SDN Datarkihiang, Fitri Fitriani, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas pengabdian Sarwan selama menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia menyebut Sarwan sebagai sosok guru teladan yang mengajar dengan hati, bekerja dalam senyap, dan meninggalkan jejak kebaikan yang akan selalu dikenang.

“Pak Sarwan adalah guru yang luar biasa. Beliau mungkin tidak banyak berbicara, namun melalui sikap, kerja nyata, dan keteladanannya, beliau mampu membentuk karakter siswa. Anak-anak sangat menyayangi beliau. Atas nama seluruh keluarga besar SDN Datarkihiang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan kami tidak akan pernah melupakan jasa beliau,” ujar Fitri Fitriani dengan suara bergetar.

Acara purnabakti ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah Surip, seluruh dewan guru SDN Datarkihiang, para orang tua siswa, serta seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas. Kehadiran para wali murid semakin menambah kekhidmatan acara, sebagai bentuk penghargaan atas jasa guru yang telah mendidik anak-anak mereka dengan penuh perhatian.

Dalam sambutannya, Sarwan, S.Pd., menyampaikan rasa syukur serta permohonan maaf kepada kepala sekolah, rekan-rekan guru, siswa, dan seluruh pihak yang hadir apabila selama masa pengabdiannya terdapat kesalahan atau kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak.

“Perpisahan ini bukanlah perpisahan selamanya. Ini hanyalah akhir dari masa kerja saya sebagai guru secara formal. Insya Allah, kapan pun dibutuhkan, saya siap membantu dan berkontribusi demi kemajuan SDN Datarkihiang yang sangat saya cintai,” ungkap Sarwan dengan mata berkaca-kaca.

Sementara,dia juga mengungkapkan rasa bangganya pernah menjadi bagian dari keluarga besar SDN Datarkihiang, tempat ia mengabdikan diri mendidik generasi penerus bangsa dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan. Cinderamata tersebut diberikan oleh Kepala Sekolah, para guru, perwakilan orang tua siswa, serta para siswa dari berbagai kelas.

Di sisi lain,suasana semakin haru saat satu per satu siswa maju memberikan hadiah sederhana sebagai ungkapan cinta dan terima kasih kepada guru yang mereka sayangi.

Puncak acara ditutup dengan mushafahah, di mana seluruh hadirin bergiliran bersalaman dengan Sarwan, S.Pd., sebagai simbol perpisahan, penghormatan, dan doa terbaik untuk masa purnabakti yang akan dijalani.

Usai kegiatan purnabakti, agenda di SDN Datarkihiang dilanjutkan dengan pembagian rapor siswa sebagai bagian dari penutupan akhir tahun pelajaran 2025. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu fase pengabdian Sarwan, S.Pd., yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan di SDN Datarkihiang.

Acara purnabakti ini tidak hanya menjadi perpisahan, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya peran seorang guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Sosok Sarwan, S.Pd., akan selalu dikenang sebagai guru yang mengajar dengan hati dan mengabdikan diri sepenuh jiwa untuk pendidikan.

Jika ingin judul alternatif lebih tajam, ditambahkan kutipan orang tua murid, atau disesuaikan dengan gaya media online tertentu, saya siap rapikan lagi. (Saepuloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *