![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Sosok polisi yang ramah, humanis, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas menjadi gambaran yang melekat pada Ipda Tata Setiawan, personel kepolisian yang bertugas sebagai Baur SIM di Polres Garut. Di tengah kesibukan pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk membuat maupun memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM), Ipda Tata Setiawan dikenal sebagai figur yang mampu menghadirkan suasana pelayanan yang nyaman dan bersahabat.
Setiap harinya, ruang pelayanan SIM di Polres Garut tidak terlalu padat. Namun setiap hanya selalu saja ada masyarakat dari berbagai wilayah yang datang untuk mengurus administrasi berkendara. Mulai dari pembuatan SIM baru, perpanjangan, hingga mengikuti ujian teori dan praktik. Di tengah aktivitas tersebut, Ipda Tata Setiawan selalu berusaha memastikan pelayanan berjalan tertib, cepat, dan transparan.
Dalam keterangannya kepada media Tribunpribumi.com, Ipda Tata Setiawan menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian anggota Polri yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, masyarakat yang datang ke kantor kepolisian tidak seharusnya merasa takut atau canggung, melainkan harus merasakan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Pada prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Mereka datang ke sini untuk mengurus SIM, jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani dengan baik, ramah, dan profesional,” ujar Ipda Tata Setiawan saat di wawancarai Media Tribunpribumi.com melalui sambungan Whatsapp miliknya. Sabtu, (07/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelayanan SIM tidak hanya sebatas proses administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pengendara yang tertib dan memahami aturan lalu lintas.
Karena itu, setiap pemohon SIM harus mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan, mulai dari pemeriksaan berkas administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik berkendara.
Menurutnya, prosedur tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan untuk memastikan bahwa setiap pengendara yang memiliki SIM benar-benar memiliki kemampuan dan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas.
“SIM itu bukan sekadar kartu identitas berkendara. Itu adalah bukti bahwa seseorang layak dan mampu mengendarai kendaraan di jalan raya. Jadi prosesnya memang harus dilalui dengan benar,” jelasnya.
Di mata rekan kerja maupun masyarakat yang pernah dilayaninya, Ipda Tata Setiawan juga dikenal sebagai sosok polisi yang memiliki kepribadian humoris. Sikapnya yang santai dan sering melontarkan candaan ringan membuat suasana pelayanan terasa lebih cair.
Bagi sebagian masyarakat yang datang untuk mengikuti ujian SIM, suasana tegang kerap dirasakan, terutama saat menghadapi ujian praktik. Namun dengan pendekatan yang komunikatif dan bersahabat, Ipda Tata Setiawan kerap membantu mencairkan suasana tersebut.
“Kadang masyarakat datang ke sini merasa tegang atau gugup, apalagi kalau mau ikut ujian praktik. Jadi kami mencoba membuat suasana lebih santai agar mereka tidak terlalu gugup,” katanya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sikap ramah dan humoris tersebut tidak mengurangi ketegasan dalam menjalankan aturan.
Ipda Tata Setiawan memastikan bahwa seluruh proses pelayanan SIM di Polres Garut dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas dalam proses pembuatan SIM.
“Kalau soal aturan tentu harus tetap dijalankan. Kami ingin semua pemohon SIM benar-benar mengikuti prosedur yang ada, supaya nantinya mereka menjadi pengendara yang bertanggung jawab di jalan,” tegasnya.
Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, Ipda Tata Setiawan juga aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas sangat penting untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya melihat SIM sebagai kewajiban administratif semata, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam berkendara.
“Keselamatan di jalan itu tanggung jawab bersama. Kalau semua pengendara memahami aturan dan berkendara dengan baik, tentu risiko kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Tata Setiawan juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian SIM, baik dengan mempelajari materi teori maupun melatih keterampilan berkendara.
Menurutnya, kesiapan yang baik akan mempermudah masyarakat dalam melalui proses ujian.
“Kalau sudah siap tentu akan lebih mudah. Kami juga selalu memberikan arahan kepada masyarakat agar mereka memahami tahapan yang harus dilalui,” katanya.
Sebagai bagian dari jajaran Polres Garut, Ipda Tata Setiawan berharap pelayanan publik di lingkungan kepolisian terus mengalami peningkatan sehingga mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat.
Ia juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri terus tumbuh melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis.
“Harapan kami tentu pelayanan semakin baik, semakin transparan, dan masyarakat juga semakin sadar pentingnya tertib berlalu lintas,” jelasnya.
Dengan sikap humanis, disiplin, serta kepribadian yang humoris, Ipda Tata Setiawan menjadi salah satu sosok polisi yang dinilai mampu mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Bagi banyak warga yang datang mengurus SIM di Polres Garut, kehadiran sosok seperti Ipda Tata Setiawan menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian dapat berjalan profesional sekaligus bersahabat.
Keteladanan dan pendekatan yang ia tunjukkan menjadi gambaran bahwa tugas sebagai aparat penegak hukum tidak hanya tentang penegakan aturan, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat. (DIX)
