![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Momen pasca Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan warga Kampung Gombong RW 07, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan menggelar kegiatan halal bihalal yang sarat makna. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, menciptakan suasana penuh kehangatan sekaligus haru.
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan dengan penuh antusias. Mereka berkumpul dalam nuansa kekeluargaan, saling bersalaman, bermaaf-maafan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Acara yang digelar secara sederhana ini justru mampu menghadirkan kesan mendalam. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan secara langsung kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Momen tersebut menjadi bagian paling mengharukan, di mana suasana seketika berubah menjadi penuh haru. Beberapa penerima santunan terlihat meneteskan air mata, begitu pula sejumlah warga yang turut larut dalam suasana emosional tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Undang Herman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan dan kepedulian warga Kampung Gombong. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Halal bihalal yang dirangkaikan dengan santunan seperti ini memiliki nilai yang luar biasa. Ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga bagaimana kita peduli terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Undang Herman. Rabu, (25/03/2026).
Ia menambahkan, kekuatan kebersamaan yang ditunjukkan warga merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun lingkungan yang harmonis. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan dan bahkan ditingkatkan ke depannya.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga, karena dari sinilah tumbuh rasa saling memiliki dan saling membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Salim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil inisiatif dan swadaya masyarakat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara serta dukungan dari berbagai pihak yang turut berkontribusi.
“Alhamdulillah, kegiatan halal bihalal dan santunan ini bisa terlaksana dengan baik. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan kami. Kami ingin berbagi kebahagiaan di momen yang penuh berkah ini,” kata Salim.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Insya Allah ke depan bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan lebih banyak lagi manfaatnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Salim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, tanpa kebersamaan dan gotong royong, acara ini tidak akan berjalan dengan sukses.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak membaur tanpa sekat. Kebahagiaan sederhana terlihat dari senyum dan kehangatan yang terpancar di wajah para peserta.
Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi refleksi nilai-nilai luhur masyarakat, seperti kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, semangat berbagi yang ditunjukkan warga Kampung Gombong menjadi inspirasi bahwa kebaikan selalu bisa diwujudkan, sekecil apa pun bentuknya.
Dengan terselenggaranya acara ini, warga Kampung Gombong kembali membuktikan bahwa solidaritas sosial masih menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Harapan pun tumbuh, agar semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi warisan nilai bagi generasi mendatang. (*)
