Haji Dudung Sudiana Melalui YGBP Bedah Rutilahu dan Santuni Anak Yatim, Wujud Nyata Kepedulian Sosial Jelang Lebaran

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepedulian terhadap masyarakat kecil kembali ditunjukkan oleh Haji Dudung Sudiana melalui Yayasan Garut Butuh Penyegaran (YGBP). Menjelang Hari Raya Idulfitri, yayasan yang dipimpinnya melaksanakan kegiatan sosial berupa program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sekaligus pemberian santunan kepada anak-anak yatim di Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sementara kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan memperkuat rasa kemanusiaan.

Program bedah Rutilahu ini diberikan kepada pasangan suami istri prasejahtera, Ade dan Isah, warga Desa Cigadog. Sebelumnya, rumah yang mereka tempati mengalami kerusakan cukup parah dan bahkan hampir roboh karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia serta terus diguyur hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut membuat pasangan tersebut hidup dalam kekhawatiran, terutama saat musim hujan tiba. Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi tempat yang tidak lagi aman untuk ditempati.

Melihat kondisi tersebut, Yayasan Garut Butuh Penyegaran bergerak cepat memberikan bantuan melalui program bedah rumah. Proses renovasi dilakukan hingga akhirnya rumah tersebut kembali berdiri kokoh dan layak untuk dihuni.

Penyerahan rumah hasil renovasi dilakukan secara langsung oleh Pendiri sekaligus Dewan Pembina YGBP, Haji Dudung Sudiana, dalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Dudung Sudiana juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim serta memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan sosial Ramadan.

Haji Dudung Sudiana mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Yayasan Garut Butuh Penyegaran untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, keberadaan yayasan tidak hanya sekadar sebagai organisasi sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak. Rumah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap keluarga, sehingga sudah seharusnya kita saling membantu ketika ada saudara kita yang hidup dalam kondisi tidak layak,” ujar Haji Dudung Sudiana. Selasa (10/03/2026).

Ia menambahkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Selain memberikan bantuan berupa renovasi rumah, pihaknya juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan dukungan moral dan sosial.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini kita diajarkan untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang kurang mampu. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban mereka dan membawa kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri,” tambahnya.

Haji Dudung juga menegaskan bahwa Yayasan Garut Butuh Penyegaran akan terus berupaya menjalankan berbagai program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Program tersebut tidak hanya terbatas pada bedah rumah, tetapi juga mencakup kegiatan sosial lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.

Kegiatan sosial yang dilaksanakan YGBP ini mendapat apresiasi dari Camat Sucinaraja, Yeni Damayanti. Ia menilai program bedah rumah yang dilakukan oleh yayasan tersebut sangat membantu masyarakat dan menjadi bentuk nyata kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurutnya, keberadaan lembaga sosial seperti YGBP memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan sosial di daerah.

“Program ini sangat positif dan sangat membantu masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mendorong pembangunan sosial, terutama di tingkat desa,” ungkap Yeni Damayanti.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk ikut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Cigadog yang menyambut baik program bedah Rutilahu yang dilaksanakan oleh YGBP.

Kepala Desa Cigadog menyampaikan rasa terima kasih kepada Haji Dudung Sudiana dan Yayasan Garut Butuh Penyegaran atas kepedulian mereka terhadap masyarakat desa.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu warga yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang tidak layak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Garut Butuh Penyegaran, khususnya kepada Bapak Haji Dudung Sudiana, atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Cigadog. Program ini sangat membantu warga kami yang membutuhkan rumah yang lebih layak untuk ditempati,” ungkapnya.

Kegiatan penyerahan rumah dan santunan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta dihadiri oleh masyarakat sekitar yang turut menyaksikan momen haru tersebut.

Bagi Ade dan Isah, bantuan tersebut menjadi berkah besar menjelang Hari Raya Idulfitri. Rumah yang sebelumnya hampir roboh kini berubah menjadi tempat tinggal yang layak dan aman bagi keluarga mereka.

Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak yayasan.

Melalui berbagai program sosial yang dilaksanakan, Yayasan Garut Butuh Penyegaran berharap dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Garut serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Terlebih di bulan Ramadan, semangat berbagi dan membantu sesama diharapkan dapat menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis, peduli, dan penuh kebersamaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *