Fatayat NU Garut Tegaskan Pentingnya “Maslahat Financial Parenting”, Bangun Ketahanan Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi dan Digitalisasi

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks, lonjakan gaya hidup konsumtif, serta derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi pola pikir generasi muda, penguatan fondasi keluarga menjadi agenda yang tidak bisa lagi ditunda. Kesadaran itulah yang melatarbelakangi Bidang Ekonomi & Koperasi PC Fatayat NU Garut menyelenggarakan Talkshow bertajuk “Maslahat Financial Parenting: Menguatkan Fondasi Keluarga Islami di Era Ekonomi Modern”, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ciplaz Garut ini menjadi bagian dari rangkaian Munggahan Food Festival, dan dihadiri oleh jajaran pengurus PC dan PAC Fatayat NU, mahasiswa, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti diskusi hingga tuntas.

Bukan Sekadar Bicara Uang, Tapi Nilai dan Amanah

Talkshow ini tidak sekadar membahas manajemen keuangan dalam arti teknis seperti pemasukan, pengeluaran, atau investasi. Lebih dari itu, forum ini menekankan bahwa pengelolaan keuangan keluarga dalam perspektif Islam menyangkut nilai maslahat, keberkahan, dan pembentukan karakter.

Hadir sebagai narasumber, Imas Ummu Salamah, SE.Sy., M.H., Muhammad Syam, S.E., M.E., Dr. Deni Muharramdani, Lc., M.H., serta Diki Ahmad, S.Ag., M.Ag., C.NNLP. Para pembicara mengupas financial parenting dari sudut pandang ekonomi syariah, pendidikan keluarga, hingga psikologi pembentukan karakter anak.

Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa financial parenting adalah proses pendidikan berkelanjutan yang harus dimulai sejak dini. Anak tidak hanya diajarkan menabung, tetapi juga memahami konsep amanah, tanggung jawab, prioritas kebutuhan, serta pentingnya berbagi melalui zakat dan sedekah.

“Harta dalam Islam bukan hanya aset ekonomi, tetapi amanah. Cara kita mengelolanya akan menentukan kualitas generasi yang kita lahirkan,” ungkap salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

Tantangan Ekonomi Modern dan Gaya Hidup Instan

Para pembicara juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi keluarga hari ini. Kemudahan akses pinjaman online, budaya konsumtif akibat media sosial, hingga tekanan gaya hidup instan dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga.

Tidak sedikit keluarga yang secara ekonomi sebenarnya memiliki penghasilan cukup, namun gagal membangun kestabilan karena lemahnya literasi keuangan dan minimnya pendidikan finansial berbasis nilai. Akibatnya, konflik rumah tangga, stres ekonomi, hingga pola asuh yang keliru menjadi efek domino yang sulit dihindari.

Dalam konteks ini, financial parenting berbasis maslahat menjadi solusi yang ditawarkan. Konsep maslahat menempatkan kesejahteraan keluarga bukan semata pada angka dan nominal, melainkan pada keseimbangan antara kecukupan materi dan ketenangan spiritual.

Strategi Praktis Mendidik Anak Secara Finansial

Talkshow berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan strategi praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Beberapa langkah konkret yang dibahas antara lain:

Membiasakan anak mencatat pengeluaran sederhana.

Mengajarkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Melibatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga secara proporsional.

Menanamkan budaya menabung, berbagi, dan berinvestasi secara syariah.

Memberikan teladan langsung dalam gaya hidup sederhana dan bertanggung jawab.

Pendekatan ini dinilai penting agar anak tumbuh sebagai pribadi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesadaran sosial.

Komitmen Fatayat NU Garut Perkuat Ketahanan Keluarga

Dr. Hendarsita Amartiwi selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi PC Fatayat NU Garut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai pilar utama masyarakat.

Menurutnya, keluarga adalah fondasi peradaban. Jika keluarga rapuh secara ekonomi dan spiritual, maka dampaknya akan meluas ke berbagai sektor kehidupan sosial.

“Ketahanan keluarga bukan hanya soal penghasilan besar, tetapi tentang bagaimana mengelola dengan bijak dan mendidik generasi dengan nilai. Inilah esensi maslahat,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, tidak hanya dalam format talkshow, tetapi juga pelatihan teknis, pendampingan usaha keluarga, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat.

Membangun Kesadaran Kolektif

Talkshow “Maslahat Financial Parenting” menjadi momentum refleksi bersama bahwa membangun keluarga Islami yang tangguh membutuhkan kesadaran kolektif. Tantangan ekonomi modern tidak bisa dihadapi secara individual, melainkan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan nilai.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kecerdasan finansial tanpa fondasi spiritual berpotensi melahirkan generasi materialistik. Sebaliknya, spiritualitas tanpa kecakapan ekonomi juga dapat menimbulkan ketergantungan dan kerapuhan.

Dengan memadukan keduanya, Fatayat NU Garut berupaya menghadirkan model keluarga yang berdaya, mandiri, dan tetap berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, pesan utama yang mengemuka dari forum ini sederhana namun mendalam: keuangan keluarga bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi bagaimana mengelolanya dengan nilai, mendidik anak dengan tanggung jawab, dan memastikan setiap rupiah yang dikelola membawa keberkahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *