![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Gelaran UIN Taekwondo Championship 7 yang berlangsung pada 21–23 November 2025 di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menjadi magnet bagi ratusan atlet muda dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Kompetisi yang telah memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya ini dikenal sebagai salah satu ajang bergengsi di tingkat regional, tempat para atlet taekwondo dari Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta unjuk kemampuan terbaiknya.
Suasana kompetisi terlihat sangat kompetitif sejak hari pertama. Para peserta tampil dengan penuh fokus, menunjukkan teknik, presisi gerakan, serta kekuatan mental yang kuat. Tidak hanya menjadi wadah untuk unjuk kemampuan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan bibit-bibit muda taekwondo yang kelak berpotensi mewarnai kompetisi nasional bahkan internasional.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, nama Muhammad Farrel Bintang Pratama Haryadi, atlet berusia 11 tahun dari STC Academy, berhasil mencuri perhatian publik dan para pelatih. Farrel sukses meraih medali perak dalam kategori Poomsae Individu Super Cadet C Putra prestasi yang sangat membanggakan bagi atlet seusianya.
Keberhasilan Farrel menjadi semakin istimewa karena ini merupakan debutnya di kelas prestasi. Sebelumnya, Farrel lebih sering berlaga di kelas festival, sehingga loncatan yang ia lakukan tahun ini menjadi bukti perkembangan signifikan dalam perjalanan karier taekwondonya.
Master Tjetjep Setiawan (DAN VI), Ketua Club STC Academy sekaligus pelatih yang membina Farrel sejak awal, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia menuturkan bahwa target awal Farrel hanyalah masuk babak penyisihan, mengingat persaingan yang sangat ketat dan pengalaman pertama di level yang lebih tinggi.
“Farrel sudah melebihi target awal. Semula kami hanya menargetkan Farrel lolos babak penyisihan. Namun ternyata, ia mampu menunjukkan performa luar biasa dan pulang dengan membawa medali perak,” ujar Master Tjetjep saat diwawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya pada. Minggu, (30/11/2025).
Menurutnya, pencapaian ini tak lepas dari kerja keras Farrel selama latihan serta dukungan keluarga yang selalu memberikan semangat. Latihan yang konsisten serta disiplin yang tinggi menjadi modal utama bagi atlet muda seperti Farrel untuk bersaing dengan para pesaing yang memiliki jam terbang lebih banyak.
Ayah Farrel, Haryadi Mujianto (44), turut menyampaikan rasa bangga sekaligus terkejut atas hasil yang diraih putranya. Ia mengaku hanya berharap Farrel tampil percaya diri dan menikmati pertandingan, tanpa membebani dirinya dengan target medali.
“Saya kira sudah cukup jika Farrel bisa lolos babak penyisihan, karena ini pertama kalinya ia naik ke kelas prestasi. Yang penting Farrel berani mencoba dan menambah pengalaman. Tapi ternyata ia mampu lebih dari itu dan meraih medali perak. Ini luar biasa bagi kami,” ungkapnya penuh haru.
Prestasi Farrel turut memperkuat dominasi STC Academy pada ajang tahun ini. Klub yang berbasis di Bandung tersebut menurunkan total 26 atlet, dan berhasil memborong 25 medali dari berbagai kategori. Rinciannya adalah 7 medali emas, 9 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Di sisi lain, adanya sebuah hasil tersebut menegaskan konsistensi STC Academy sebagai salah satu klub taekwondo terbaik dalam mencetak atlet-atlet potensial.
Para pelatih STC Academy menyebutkan bahwa pencapaian tahun ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, kedisiplinan, serta program pembinaan yang terstruktur. Mereka berharap, keberhasilan Farrel dan rekan-rekannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berani mencoba tantangan baru.
Dengan torehan prestasi awal yang begitu gemilang, Farrel kini disebut-sebut sebagai salah satu atlet muda yang memiliki masa depan cerah dalam dunia taekwondo.
Jika terus mempertahankan semangat, disiplin, dan konsistensi latihannya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu atlet yang mewakili Indonesia di kompetisi yang lebih tinggi.
Kejuaraan UIN Taekwondo Championship 7 pun kembali menegaskan dirinya sebagai ajang yang bukan hanya menyajikan kompetisi, tetapi juga melahirkan talenta-talenta muda berprestasi seperti Muhammad Farrel Bintang Pratama Haryadi sang peraih medali perak yang kini membawa harapan baru bagi dunia taekwondo Indonesia. (*)
