![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Perhumas Muda Bandung (PMB) resmi menuntaskan masa kepengurusan Kabinet Revoria periode 2025–2026 melalui kegiatan serah terima jabatan yang digelar di Gedung Dekanat Lantai 8 Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Jumat, 28 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses regenerasi organisasi sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di tubuh Perhumas Muda Bandung.
Mengusung tema “Transition of Leadership: New Leader, New Energy, Greater Impact”, acara ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan organisasi selama satu periode sekaligus titik awal untuk menghadirkan semangat baru dalam pengembangan dunia kehumasan, khususnya di Kota Bandung.
Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Perhumas Muda Bandung, perwakilan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Bandung, perwakilan Perhumas Muda Pawitandirogo, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan eksternal yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas organisasi.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Perhumas Muda Bandung Kabinet Revoria, Rana Alifah, yang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PMB telah menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi para anggotanya dalam mengembangkan kapasitas di bidang komunikasi dan kehumasan.
Rana juga menyampaikan harapannya agar kepengurusan berikutnya mampu membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dengan berbagai inovasi dan gagasan baru yang lebih progresif.
“Semoga pada kabinet selanjutnya Perhumas Muda Bandung dapat terus berkembang, berjalan dengan kebersamaan yang lebih kuat, dan menghadirkan semakin banyak inovasi yang berdampak bagi organisasi maupun dunia kehumasan,” ujar Rana dalam sambutannya.
Selanjutnya, Opening Speech disampaikan oleh Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., selaku Wakil Ketua I BPC Perhumas Bandung yang hadir mewakili Ketua BPC Perhumas Bandung, Dr. Indra Ardiyanto, M.I.Kom. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan Perhumas Muda Bandung sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tertarik dan berkiprah di bidang kehumasan.
Menurutnya, PMB memiliki peran strategis dalam membentuk generasi praktisi humas yang profesional, kreatif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan komunikasi di era digital saat ini.
“Perhumas Muda Bandung dapat menjadi laboratorium sekaligus inkubator dalam bidang kehumasan, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengembangkan diri dalam profesi humas di Kota Bandung,” jelasnya.
Ia juga memberikan pesan kepada kepengurusan baru agar terus menjaga semangat kolaborasi, inovasi, serta integritas dalam menjalankan roda organisasi.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh masing-masing pengurus Kabinet Revoria. Dalam laporan tersebut dipaparkan berbagai program kerja, kegiatan, serta capaian organisasi yang telah dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.
Laporan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi organisasi sekaligus bentuk transparansi dan akuntabilitas kepengurusan kepada anggota.
Momen puncak acara ditandai dengan prosesi serah terima jabatan yang dilakukan secara simbolis oleh Ketua dan Wakil Ketua Perhumas Muda Bandung periode 2025–2026, yaitu Rana Alifah dan Naura Jannah Rahmadyah. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi berakhirnya kepemimpinan Kabinet Revoria sekaligus penyerahan tongkat estafet kepemimpinan kepada pengurus baru.
Dalam kesempatan tersebut, Rana menyampaikan kesan mendalam atas perjalanan panjangnya bersama Perhumas Muda Bandung.
“Selama tiga tahun berproses di PMB, saya merasa organisasi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Banyak pengalaman, pelajaran, dan hubungan yang terbentuk selama berada di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PMB periode 2025–2026, Naura Jannah Rahmadyah, juga menyampaikan refleksi atas perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan. Ia menilai bahwa berbagai tantangan yang dihadapi selama ini mampu dilalui berkat kekompakan dan dukungan seluruh pengurus.
“Banyak hal yang awalnya kami pikir tidak bisa kami lakukan. Namun dengan kerja sama dan dukungan dari seluruh pengurus PMB, semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Apresiasi terhadap kinerja Kabinet Revoria juga disampaikan oleh Haryadi Mujianto, SE., MM., M.Si, selaku Ketua Bidang Rekrutmen Perhumas Muda BPC Perhumas Bandung. Ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Kabinet Revoria selama satu periode kepengurusan.
Menurutnya, berbagai program yang telah dijalankan menunjukkan komitmen kuat para pengurus dalam mengembangkan organisasi dan memberikan kontribusi bagi dunia kehumasan.
Ia juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru Perhumas Muda Bandung dan berharap agar ide serta gagasan yang telah dirintis oleh kabinet sebelumnya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan.
“Selamat kepada ketua PMB yang baru. Semoga kepengurusan selanjutnya dapat menjaga keberlanjutan organisasi ini serta melanjutkan berbagai ide dan program yang telah dirintis sebelumnya,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kepengurusan periode 2025–2026, Perhumas Muda Bandung kini resmi memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Neng Nada Salsabila sebagai Ketua dan Daniel Hartanto sebagai Wakil Ketua periode masa bakti 2026-2027.
Keduanya diharapkan mampu membawa energi baru, memperkuat peran organisasi, serta memperluas kontribusi Perhumas Muda Bandung dalam pengembangan profesi kehumasan di Kota Bandung.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi simbol keberlanjutan organisasi yang terus berupaya mencetak generasi muda profesional di bidang komunikasi dan kehumasan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia humas di Indonesia. (*)
