Eksklusif Tribunpribumi.com: Bupati Garut Pastikan Ramadan 1447 H Aman, Harga Stabil, dan Pariwisata Terus Tumbuh

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan momentum libur panjang Tahun Baru Imlek, Media Tribunpribumi.com melakukan wawancara eksklusif bersama Abdusy Syakur Amin di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (18/02/2026).

Dalam wawancara tersebut, Bupati memaparkan secara komprehensif kesiapan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan keamanan dan ketertiban, serta memastikan sektor pariwisata tetap bergerak sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Libur Panjang Imlek, Wisata Garut Alami Peningkatan

Bupati mengungkapkan bahwa selama libur panjang Imlek, sejumlah destinasi wisata di Garut mengalami peningkatan kunjungan dibanding hari biasa. Meski belum terlalu signifikan, tren tersebut dinilai cukup positif dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kita melihat adanya peningkatan kendaraan yang masuk ke Garut. Destinasi wisata mulai ramai, dan ini tentu berdampak pada pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga sektor jasa lainnya,” ujarnya.

Ia menyebut, momentum libur panjang menjadi peluang besar untuk mendongkrak pendapatan masyarakat. Namun, persoalan akses jalan dan kemacetan di beberapa titik masih menjadi perhatian.

“Kita sudah instruksikan dinas terkait untuk melakukan pemeliharaan infrastruktur menuju kawasan wisata. Kita ingin Garut menjadi tujuan utama, bukan sekadar daerah yang dilewati,” tegasnya.

Sidak Pasar dan Gerakan Pangan Murah

Menghadapi Ramadan, Bupati bersama jajaran SKPD melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, stok bahan pokok dinyatakan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Secara umum ketersediaan bahan pokok cukup. Namun memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan,” jelasnya.

Ia mengakui fenomena kenaikan harga menjadi tantangan tersendiri, meskipun barang tersedia dalam jumlah cukup. Peningkatan permintaan masyarakat disebut sebagai salah satu faktor utama.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Garut telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bentuk intervensi pasar.

“Kita ingin masyarakat merasa tenang. Pemerintah hadir memastikan stok tersedia dan harga tetap terjangkau,” tegasnya.

Selain itu, koordinasi dengan distributor dan pemasok juga diperkuat, khususnya untuk komoditas yang berasal dari dalam daerah agar dapat diprioritaskan bagi kebutuhan warga Garut.

Edukasi Pedagang dan Penataan Ketertiban Ramadan

Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dijual selama Ramadan, terutama oleh pedagang kaki lima dan pelaku usaha kuliner.

“Kita berikan edukasi agar menjaga kebersihan dan kesehatan produk. Ramadan harus menjadi momentum peningkatan kualitas, bukan sebaliknya,” katanya.

Pemerintah juga mengimbau pedagang untuk menjaga ketertiban dan keindahan kota agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Pasar itu pusat ekonomi rakyat. Kalau rapi dan nyaman, orang semakin senang berbelanja di pasar tradisional,” tambahnya.

Maklumat Ramadan: Jaga Kondusivitas dan Moralitas

Sebagai bentuk penguatan ketertiban, Bupati telah menerbitkan maklumat Ramadan yang memuat sejumlah ketentuan penting, di antaranya:

Larangan penggunaan petasan dan knalpot bising.

Pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Pembatasan operasional tempat hiburan malam.

Pengaturan etalase toko agar menjaga norma kesopanan.

Maklumat tersebut telah disosialisasikan melalui camat, kepala desa, serta tokoh agama agar dapat dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat.

“Penegakan aturan dilakukan oleh aparat yang berwenang. Tidak boleh ada tindakan sepihak yang justru menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Waspada Bencana dan Perkuat Solidaritas

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat beberapa wilayah Garut masih dalam kondisi rawan akibat cuaca ekstrem.

“Ramadan harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial. Kita jaga keamanan, kita jaga kebersamaan, dan kita jaga semangat produktivitas,” ujarnya.

Ramadan Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Spiritualitas

Di akhir wawancara, Bupati mengajak seluruh masyarakat Garut, termasuk para perantau yang pulang kampung, untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif dan membangun citra positif daerah.

“Jangan jadikan puasa alasan untuk bermalas-malasan. Justru Ramadan harus menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan mulai dari stabilisasi harga, penguatan pengawasan pasar, penataan ketertiban, hingga pembenahan sektor pariwisata Pemerintah Kabupaten Garut optimistis Ramadan 1447 Hijriah akan berlangsung aman, nyaman, serta membawa keberkahan dan pertumbuhan ekonomi bagi seluruh masyarakat Garut.

(Redaksi Tribunpribumi.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *