![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepanikan melanda warga Kampung Cisegok, Babakan Muncang, RT 04 RW 04, Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat setelah kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah pada Jumat (28/11/2025). Peristiwa ini terjadi sekitar siang menjelang sore dan mengakibatkan dua keluarga kehilangan tempat tinggal. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.
Ketua RW 04, Maman, saat ditemui di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa dua rumah yang menjadi korban amukan si jago merah merupakan milik Ibu Kokom (50) serta Ibu Eti (70), yang tinggal bersama suaminya yang telah menginjak usia sekitar 80 tahun. Kedua keluarga ini masuk kategori warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih, terlebih di tengah situasi darurat seperti ini.
“Waktu kejadian, warga langsung berhamburan keluar rumah. Alhamdulillah penghuni kedua rumah berhasil dievakuasi lebih dulu ke tempat yang aman sebelum api semakin membesar,” ujar Maman.
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
Berdasarkan keterangan warga dan pengamatan awal di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik dari salah satu rumah. Api yang awalnya terlihat kecil tiba-tiba membesar dalam waktu singkat akibat material bangunan yang mudah terbakar.
Warga yang panik spontan melakukan pemadaman manual dengan peralatan seadanya, termasuk mengambil air dari sumur terdekat serta menggunakan ember dan selang tradisional.
Meski telah berusaha semaksimal mungkin, kondisi api yang semakin membesar dan angin yang cukup kencang membuat kobaran sulit dikendalikan.
“Warga sudah berusaha gotong royong, tapi apinya sangat cepat membesar. Bangunan berbahan kayu membuat api lebih mudah merembet,” ujar salah satu warga.
Mobil Damkar Datang Setelah Rumah Hangus
Kesulitan akses dan jarak yang cukup jauh dari pos pemadam kebakaran membuat petugas Damkar Kabupaten Bandung baru tiba setelah api melahap habis dua rumah tersebut. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar TKP.
Kepulan asap tebal masih terlihat membumbung tinggi saat petugas berupaya memadamkan sisa-sisa bara. Warga pun tampak membantu mengatur jalur masuk mobil pemadam serta memastikan area sekitar aman.
Pemerintah Desa dan Aparat TNI–Polri Hadir Berikan Dukungan
Pasca kebakaran, sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan terlihat hadir di lokasi, di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Nengkelan, Ulloh serta perwakilan dari pihak kecamatan. Mereka meninjau langsung kondisi di lapangan serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
Kepala Desa Nengkelan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dan memastikan pihak desa akan membantu proses pendataan serta kebutuhan darurat korban kebakaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan kecamatan dan dinas terkait untuk memberikan bantuan segera. Yang terpenting, keluarga korban aman dan tidak ada korban jiwa,” ujar Ulloh.
Kondisi Korban dan Rencana Penanganan Pascabencana
Untuk sementara waktu, keluarga Ibu Kokom dan Ibu Eti mengungsi di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga dan relawan mulai mendirikan tenda darurat untuk menampung barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Selain itu, Pemdes berencana mengajukan bantuan ke pemerintah kabupaten serta lembaga kemanusiaan untuk membantu membangun kembali rumah para korban yang kini rata dengan tanah.
Ketua RW Maman menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengawal kebutuhan para korban hingga situasi kembali stabil.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, termasuk pakaian, makanan, dan tempat tinggal sementara,” katanya.
Pesan Kewaspadaan bagi Warga
Insiden kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi rumah dalam kondisi aman. Aparat desa berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Dengan hangusnya dua unit rumah milik warga lansia ini, suasana haru menyelimuti Kampung Cisegok. Namun semangat gotong royong warga tampak nyata dalam membantu para korban yang kehilangan harta benda mereka. (SODIKIN)
