![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol, menyampaikan pesan spiritual sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh rasa syukur, kesiapan lahir dan batin, serta semangat memperbaiki diri.
Menurutnya, waktu terasa begitu cepat berlalu. Seakan baru kemarin umat Islam menutup Ramadhan dengan doa dan harapan, kini bulan penuh berkah itu kembali hadir menyapa.
“Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Tinggal menghitung hari, kita akan kembali dipertemukan dengan Ramadhan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan limpahan rahmat dari Allah SWT,” ujar Dadan dalam keterangannya kepada Media Tribunpribumi.com Selasa, (17/02/2026).
Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar agenda ibadah tahunan, melainkan madrasah kehidupan yang sarat makna. Dalam setiap denyut aktivitas, Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda lebih teduh, lebih khusyuk, dan lebih reflektif.
“Ramadhan adalah ruang pembelajaran spiritual. Ada getaran rindu yang sulit dijelaskan, ada semangat baru yang tumbuh dalam hati, dan ada harapan besar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Bulan Pengampunan dan Momentum Introspeksi
Dadan menyebutkan, salah satu keistimewaan Ramadhan adalah terbukanya pintu ampunan seluas-luasnya bagi umat manusia. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta menata ulang langkah kehidupan.
“Ramadhan adalah kesempatan kedua, bahkan mungkin kesempatan kesekian, bagi kita untuk kembali ke jalan yang diridhai-Nya. Jangan sampai bulan suci ini berlalu tanpa meninggalkan jejak perubahan dalam diri kita,” tegasnya.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh kesibukan dan tantangan, Ramadhan hadir sebagai pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang urusan dunia, tetapi juga tentang persiapan menuju akhirat. Setiap sujud, setiap doa, dan setiap lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi sarana membersihkan jiwa dan menenangkan hati.
Puasa: Latihan Pengendalian Diri dan Empati Sosial
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan pengendalian diri secara menyeluruh—menjaga lisan, menahan amarah, serta menjauhi perilaku yang tidak terpuji.
“Puasa mengajarkan kita untuk lebih sabar, lebih bijak, dan lebih peduli. Ketika kita merasakan lapar dan dahaga, di situlah tumbuh empati terhadap saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran PDAM Tirta Intan Garut untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial, baik melalui kegiatan berbagi, santunan, maupun pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, Dadan menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan tetap berjalan maksimal selama Ramadhan.
“Kami menyadari bahwa kebutuhan air bersih meningkat selama bulan puasa. Karena itu, kami berkomitmen menjaga distribusi tetap stabil agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” ujarnya.
Ramadhan dan Penguatan Kebersamaan
Suasana Ramadhan, lanjutnya, selalu menghadirkan kebersamaan yang khas. Masjid-masjid kembali ramai, tadarus Al-Qur’an menggema, dan momen berbuka puasa bersama mempererat silaturahmi.
“Ramadhan meruntuhkan sekat-sekat perbedaan. Ia menyatukan hati dalam kebersamaan dan saling memaafkan. Ini saat yang tepat untuk membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka,” tutur Dadan.
Ia berharap semangat Ramadhan tidak hanya berhenti pada ritual selama 30 hari, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan dan Doa Menyambut Ramadhan
Menutup pesannya, Dadan menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat Garut diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan maksimal.
“Tak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadhan kembali. Karena itu, mari kita syukuri perjumpaan ini sebagai anugerah. Sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, niat yang tulus, dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Dadan juga menyampaikan ucapan:
“Selamat datang, wahai bulan berkah dan ampunan. Marhaban ya Ramadhan. Semoga setiap detik yang kita jalani di dalamnya menjadi saksi kebaikan yang kelak menyelamatkan kita di hadapan Allah SWT.” (*)
