Direktur PDAM Tirta Intan Garut Dadan Hidayatulloh Dinilai Humanis dan Berintegritas, Warga: Pemimpin yang Benar-Benar Hadir untuk Masyarakat

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Sosok Direktur PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh, kian mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Bukan semata karena kinerja institusi yang dipimpinnya, melainkan karena karakter kepemimpinannya yang dianggap jujur, sederhana, tegas, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Sejumlah tokoh masyarakat, pelanggan PDAM, hingga kalangan internal perusahaan menilai Dadan sebagai pemimpin yang tidak berjarak dengan warga. Ia dikenal mudah ditemui, terbuka terhadap kritik, dan selalu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan pelayanan air bersih.

Turun Langsung Hadapi Masalah di Lapangan

Hal yang paling menonjol dari gaya kepemimpinan Dadan adalah kebiasaannya hadir langsung ke lokasi ketika terjadi gangguan distribusi air. Ia tak segan meninjau kebocoran pipa, memeriksa instalasi, hingga berdialog langsung dengan warga terdampak.

Warga Kecamatan Tarogong Kidul menyampaikan bahwa kehadiran Dadan di lapangan memberi rasa dihargai.

“Pak Dadan sering datang langsung melihat kondisi di lapangan, bukan hanya memantau dari kantor. Itu yang membuat kami merasa didengar,” ujar Asep Supriatna (48) warga dari Astana Girang saat di wawancarai awak media. Selasa, (09/12/2025).

Kebijakan Berbasis Kepedulian Sosial

Di bawah kepemimpinannya, PDAM Tirta Intan Garut dinilai semakin mengedepankan aspek kemanusiaan dalam pelayanan. Sejumlah program dinilai berpihak pada masyarakat kecil, seperti:

Fasilitasi sambungan air untuk keluarga kurang mampu

Respons cepat terhadap wilayah rawan krisis air

Toleransi pembayaran bagi warga terdampak bencana

Langkah-langkah tersebut dianggap sebagai bukti bahwa organisasi pelayanan publik tidak semata mengejar target bisnis, tetapi juga menjalankan fungsi sosial.

Menjaga Integritas dan Etos Kerja Internal

Di internal perusahaan, Dadan dikenal sebagai figur yang tegas dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Ia mendorong sistem kerja yang transparan dan akuntabel, serta menolak praktik yang berpotensi merugikan institusi maupun masyarakat.

Seorang pegawai PDAM menyebut, keteladanan menjadi cara utama Dadan dalam membangun disiplin.

“Beliau memberi contoh lebih dulu daripada sekadar memerintah. Itu yang membuat kami segan dan termotivasi,” ungkapnya.

Perubahan Pola Pelayanan yang Lebih Terbuka

Masyarakat juga mulai merasakan perubahan signifikan dalam pola pelayanan. Informasi gangguan aliran kini lebih terbuka, disampaikan lebih cepat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial. Proses perbaikan pun dinilai lebih terkoordinasi dan komunikatif.

Warga Garut Kota menyebut pelayanan saat ini terasa lebih manusiawi dan responsif.

“Sekarang kalau ada gangguan, informasinya cepat. Tidak seperti dulu yang terkesan tertutup,” katanya.

Apresiasi Meluas dari Berbagai Kalangan

Penilaian positif tidak hanya datang dari pelanggan, tetapi juga dari kalangan akademisi dan pemerhati kebijakan publik. Mereka melihat gaya kepemimpinan Dadan sebagai potret ideal pemimpin BUMD: profesional, bersih, namun tetap membumi.

Di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap pelayanan birokrasi, figur seperti Dadan dinilai mampu mengembalikan optimisme masyarakat terhadap institusi pelayanan publik.

Harapan Agar Semangat Pelayanan Tetap Terjaga

Masyarakat berharap prinsip yang selama ini dijaga dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Banyak yang menilai PDAM Tirta Intan Garut kini berada pada arah yang lebih sehat dan transparan dibanding periode sebelumnya.

“Pelayanan publik seharusnya seperti ini, ada rasa tanggung jawab dan empati. Semoga terus dipertahankan,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun humanis, Dadan Hidayatulloh dinilai telah menjadi simbol pemimpin pelayanan publik yang dekat dengan rakyat dan konsisten dalam pengabdian. (DIX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *