![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Selama kurun waktu dua tahun berjalan hingga saat ini, pemerintah Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan desa yang bersih, tertata, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Komitmen itu ditegaskan melalui moto baru yang disampaikan dalam forum sosial dan keagamaan desa.
“Kuring Bangga Jadi Warga Mekarjaya, Tapi Kuring Teu Bangga Lamun Desa Teu Di Ropea.”
Artinya”Kami Bangga Jadi Warga Mekarjaya, Tapi Kami Tidak Bangga Apabila Desa Tidak di Pedulikan”
Moto tersebut bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh warga bahwa kebanggaan terhadap desa harus dibarengi dengan kepedulian untuk menjaga kerapihan lingkungan.
Kepala Desa (Kades) Mekarjaya, Asep Setiawan,S.IP dirinya menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya tugas pemerintah desa, tetapi tanggung jawab kolektif semua warga.
Monitoring Rutin Melalui Kegiatan Keagamaan
Dalam penjelasannya, pihak desa memaparkan bahwa monitoring terhadap kebersihan telah dilakukan secara rutin setiap bulan. Pantauan lapangan dilakukan oleh perangkat desa, dan hasilnya disampaikan kembali kepada masyarakat melalui pengajian rutin mingguan yang digelar setiap Minggu pagi hingga pukul 11.00.
Forum pengajian tersebut bukan hanya menjadi tempat dakwah, tetapi juga sarana efektif menyampaikan pesan-pesan edukasi terkait pengelolaan sampah, kedisiplinan warga, serta progres program kebersihan yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.
“Setiap akhir bulan, kami sampaikan perkembangan dan kendala di lapangan. Edukasi ini penting agar masyarakat sadar bahwa kebersihan itu bukan sekadar program, tetapi kebutuhan bersama,” ujar Asep saat di wawancarai awak media pada. Jum’at, (12/12/2025).
Pengangkutan Sampah Hampir Setiap Hari
Salah satu program unggulan Pemdes Mekarjaya adalah sistem pengangkutan sampah yang kini berjalan lebih intensif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah di setiap RW, petugas desa melakukan penjemputan hampir setiap hari.
Dalam satu minggu, jadwal pengangkutan sampah minimal dilakukan di dua RW. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke titik pengolahan untuk dipilah, kemudian dimusnahkan melalui metode pembakaran terkontrol.
Sementara pengelolaan ini dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Motekar bekerja sama dengan masyarakat, khususnya warga RW 09 Gunung.
Keberadaan KSM Motekar yang aktif memberikan kontribusi besar dalam menyukseskan program pengelolaan sampah terpadu, mulai dari tahap pengumpulan, pemrosesan, hingga edukasi kepada warga setempat.
Perubahan Signifikan Selama Dua Tahun Program Berjalan
Program kebersihan Desa Mekarjaya yang telah memasuki usia dua tahun tersebut kini menunjukkan hasil nyata. Beberapa titik rawan, seperti gorong-gorong, selokan, dan aliran sungai kecil yang dahulu sering menyebabkan limpasan air ke area persawahan maupun permukiman warga, kini kondisinya jauh lebih baik.
Jika sebelumnya air dari selokan kerap meluap akibat tersumbat sampah, kini aliran air berjalan lancar berkat pembersihan rutin dan perbaikan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur. Masyarakat pun mengaku merasakan perbedaan positif tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang selokan sudah tidak mampet seperti dulu. Lingkungan lebih bersih, lebih nyaman, dan bau sampah berkurang,” ujar salah satu warga RW 09 yang turut terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah.
Kesadaran Warga Meningkat, Desa Semakin Tertata
Pemdes Mekarjaya menilai bahwa perubahan lingkungan yang terjadi merupakan hasil dari kerja sama seluruh pihak: perangkat desa, KSM, dan masyarakat.
Di sisi lain,kesadaran warga dinilai yang ada di desa Mekarjaya kian meningkat signifikan, terbukti dari banyaknya masyarakat yang mulai aktif memilah sampah, menjaga kebersihan halaman, hingga turut ikut serta dalam kegiatan kerja bakti.
Moto baru desa yang bernuansa motivasi budaya Sunda tersebut menjadi dorongan moral agar warga semakin bangga tinggal di Mekarjaya, tetapi juga merasa bertanggung jawab untuk merapikan lingkungannya.
Dengan program yang semakin matang dan kolaborasi masyarakat yang semakin kuat, Pemdes optimistis bahwa Mekarjaya akan menjadi desa yang tidak hanya bersih, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga. (*)
