Desa Berjo Bagikan THR Rp500 Ribu untuk 1.446 KK, Bukti Nyata Kemandirian Desa dari Sektor Wisata

Loading

Karanganyar,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, saat ini tengah menghadirkan kabar menggembirakan bagi warganya. Desa yang berada di lereng Gunung Lawu ini kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp500.000 kepada setiap kepala keluarga (KK). Jum’at, (06/03/2026).

Program yang telah menjadi agenda rutin tahunan tersebut langsung disambut antusias oleh warga. Sebanyak 1.446 kepala keluarga menerima bantuan secara tunai dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp723 juta.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah nyata pemerintah desa dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.

Berbeda dengan banyak program bantuan lainnya, dana yang digunakan untuk membagikan THR tersebut tidak bersumber dari Dana Desa yang berasal dari pemerintah pusat. Seluruh anggaran justru berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berhasil dihimpun melalui pengelolaan sektor pariwisata oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alam Berjo.

BUMDes Alam Berjo diketahui mengelola sejumlah destinasi wisata alam yang sangat populer di kawasan Karanganyar, di antaranya Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda. Kedua objek wisata tersebut telah lama menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati keindahan alam lereng Gunung Lawu.

Keberhasilan pengelolaan objek wisata tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi desa. Pendapatan yang dihasilkan kemudian dikelola secara transparan dan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial.

Pembagian THR kepada warga menjelang Lebaran menjadi salah satu bentuk nyata dari manfaat ekonomi tersebut. Pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan pokok, mulai dari bahan makanan hingga keperluan Lebaran lainnya.

Program ini juga menjadi simbol keberhasilan desa dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dan berkelanjutan.

Tidak hanya berhenti pada program THR, Desa Berjo juga dikenal memiliki berbagai program sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satunya adalah program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asal Desa Berjo yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Melalui program ini, setiap mahasiswa dapat menerima bantuan pendidikan sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap peningkatan sumber daya manusia.

Selain itu, pemerintah desa juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini bertujuan memastikan seluruh warga, terutama kelompok ekonomi lemah, dapat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi salah satu prioritas pemerintah desa. Berbagai bantuan sosial disalurkan kepada warga yang membutuhkan, termasuk lansia dan masyarakat kurang mampu.

Langkah-langkah tersebut menjadikan Desa Berjo sebagai salah satu contoh desa yang berhasil memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari Bupati Karanganyar, Rober Christanto. Ia menilai kebijakan pembagian THR yang bersumber dari PADes merupakan bukti bahwa desa mampu berdiri mandiri apabila dikelola dengan manajemen yang baik.

Menurutnya, Desa Berjo telah menunjukkan bagaimana potensi wisata dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan apabila dikelola secara profesional melalui lembaga ekonomi desa seperti BUMDes.

Bupati juga berharap keberhasilan Desa Berjo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Karanganyar maupun daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Dengan pengelolaan yang tepat, desa tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menghadirkan berbagai program kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Desa Berjo berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata dan memperkuat pengelolaan BUMDes agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin besar dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh warga desa.

Kisah Desa Berjo pun menjadi bukti bahwa ketika potensi desa dikelola secara optimal, maka kemandirian ekonomi bukan sekadar wacana, melainkan dapat menjadi kenyataan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Suryanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *