![]()
Cianjur,TRIBUNPRIBUMI.com – Sebuah video curhatan seorang warga Kabupaten Cianjur mendadak viral (27) di media sosial setelah menyoroti kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun. Dalam video tersebut, seorang wanita bernama Silvi meluapkan kekesalannya terhadap kondisi Jalan Cikidang, Kecamatan Leles,Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang disebut telah rusak sejak tahun 2020 hingga 2026.
Dengan nada sindiran yang menyentil, Silvi menyebut bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sangat lama, bahkan sejak dirinya menikah hingga akhirnya bercerai. Ungkapan “dari nikah sampai cerai” pun sontak menjadi sorotan publik dan memicu beragam reaksi dari warganet. Kamis, (09/03/2026).
Keluhan tersebut secara langsung ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Banyak pihak menilai, video tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang selama ini merasa aspirasinya belum tersampaikan secara maksimal, khususnya terkait infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan dasar warga.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang tidak biasa. Alih-alih tersinggung atau defensif, ia menyikapi kritik tersebut dengan santai dan terbuka. Bahkan, ia mengucapkan terima kasih kepada Silvi atas informasi yang disampaikan, karena dinilai membantu pemerintah mengetahui kondisi riil di lapangan.
“Terima kasih atas informasinya. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” demikian kira-kira respons yang disampaikan Dedi Mulyadi dalam menanggapi keluhan tersebut.
Tak berhenti pada respons semata, langkah konkret pun langsung diambil. Dedi Mulyadi segera meneruskan laporan itu kepada Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat.
Koordinasi cepat antara pemerintah provinsi dan kabupaten tersebut membuahkan hasil. Pemerintah Kabupaten Cianjur diketahui telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,18 miliar untuk perbaikan Jalan Cikidang yang selama ini dikeluhkan warga. Anggaran tersebut direncanakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar kembali layak dilalui dan mendukung aktivitas masyarakat.
Langkah cepat ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, khususnya warganet yang mengikuti perkembangan kasus tersebut. Banyak yang menilai bahwa respons Dedi Mulyadi mencerminkan gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa di era digital, suara masyarakat dapat dengan mudah tersampaikan dan memiliki dampak nyata. Media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah aspirasi publik yang mampu mendorong percepatan kebijakan.
Di sisi lain, kejadian ini menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan infrastruktur dasar seperti jalan tetap terjaga dengan baik. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan keselamatan warga.
Dengan adanya tindak lanjut yang cepat, diharapkan perbaikan Jalan Cikidang dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kasus ini pun menjadi contoh bagaimana sinergi antara warga dan pemerintah dapat menghasilkan solusi konkret demi kepentingan bersama. (DAN)
