![]()
Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen menjaga lingkungan bersih dan sehat kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dipimpin langsung Kepala Desa Deden Saepul Hamdi S.Ip (Kang Denz), giat gabungan bersih-bersih digelar secara masif dengan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kecamatan Citeureup, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat,Selasa (31/03/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini menyasar kawasan strategis mulai dari Jalan Raya Desa Leuwinutug hingga akses menuju kawasan Universitas Pertahanan (UNHAN) serta bantaran sungai.
Tak kurang dari 50 personel TNI dan sekitar 200 sukarelawan masyarakat turun langsung, terdiri dari lembaga desa, kader PKK, RT/RW, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Satlinmas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut PLT Camat Citeureup Ikchsan, Sekretaris Dinas DLH Dede Armansyah, serta Kabid DLH Agus Budi, yang bersama-sama memantau jalannya aksi bersih lingkungan tersebut.
Pembersihan difokuskan pada pengangkatan sampah plastik dan limbah rumah tangga di sepanjang jalan, pemangkasan semak belukar yang mengganggu visibilitas, hingga pengangkutan tumpukan sampah di aliran sungai yang berpotensi memicu banjir dan menjadi sumber penyakit.
Komandan Kapuslola Bainstrahan RI, Laksma TNI Dovian Isjafrin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Melalui gotong royong ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Leuwinutug Sekaligus Ketua DPK APDESI Citereup Deden Saepul Hamdi S.Ip mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, khususnya dukungan TNI yang dinilai sangat membantu dalam menjangkau titik-titik sulit.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan dan menjadi budaya bersama. Lingkungan bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya aksi fisik, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi edukatif kepada warga terkait pengelolaan sampah yang benar, termasuk pemilahan sampah organik dan anorganik serta bahaya limbah plastik bagi lingkungan.
Giat berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan capaian signifikan: sekitar 15 ton sampah berhasil diangkut dan selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sesuai prosedur pengelolaan limbah.
Aksi kolaboratif ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan perubahan nyata, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Citeureup dan sekitarnya. (REZZA)
