Dari Coba-Coba Jadi Berkah, Kripik Tempe “Konco Ngopi” Asal Ambal Kliwonan Tembus Pasar Luar Kota

Loading

Kebumen,TRIBUNPRIBUMI.com – Usaha kecil rumahan yang berawal dari sekadar coba-coba kini menjadi sumber penghidupan utama keluarga. Itulah kisah Murtijah (50) bersama sang suami, Marmin (58), warga Dukuh Kliwon RT 01 RW 02, Desa Ambal Kliwonan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah yang sukses mengembangkan usaha produksi kripik tempe dengan merek “Konco Ngopi”.

Sudah dua tahun terakhir, pasangan suami istri ini menekuni usaha kripik tempe yang awalnya hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Namun seiring waktu, pesanan terus berdatangan dan usaha tersebut pun berkembang pesat.

“Awalnya hanya iseng-iseng, tapi Alhamdulillah ternyata membawa berkah untuk keluarga kami,” tutur Murtijah saat di sambangi awak media yang didampingi suaminya. Minggu, (18/01/2026).

Melihat potensi usaha yang semakin menjanjikan, Marmin yang sebelumnya bekerja sebagai tukang bangunan memutuskan banting setir dan fokus membantu sang istri mengelola produksi. Setiap harinya, mereka mampu memproduksi kripik tempe mulai dari 10 kilogram hingga 50 kilogram, tergantung jumlah pesanan.

Dalam proses produksinya, Murtijah dan Marmin dibantu oleh empat orang karyawan. Bahkan, saat permintaan sedang tinggi, mereka kerap kewalahan hingga kesulitan mencari tambahan tenaga kerja.

“Kalau lagi ramai pesanan, kadang sampai bingung cari karyawan,” ujar Marmin.

Meski bahan baku kripik tempe tergolong sederhana seperti kedelai, tepung tapioka, tempe, dan bumbu dapur namun Murtijah mengungkapkan bahwa kelezatan kripik tempe Konco Ngopi terletak pada racikan bumbu rahasia yang menjadi ciri khas tersendiri.

“Rasanya beda, ada ciri khasnya. Banyak yang sudah mencoba lalu ketagihan,” ungkapnya.

Berkat cita rasa yang khas tersebut, pemasaran kripik tempe Konco Ngopi tak hanya menjangkau wilayah Kebumen, tetapi juga merambah ke berbagai kota besar seperti Semarang, Bandung, hingga Jakarta.

Sebagai pelaku UMKM, Murtijah dan Marmin berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Kebumen serta dinas terkait, khususnya dalam bentuk pembinaan usaha, pendampingan, hingga bantuan permodalan atau pinjaman lunak bagi pelaku usaha kecil yang sedang merintis.

“Kami berharap UMKM di Kebumen bisa lebih diperhatikan dan dibimbing agar bisa terus maju dan sukses,” harap Murtijah. (Mardani Lubis / Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *