![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Suasana Pasar Saeuran, Kelurahan Binong Jati, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, mendadak berubah lebih hangat dan penuh senyum pada Kamis (18/12/2025). Di tengah aktivitas jual beli yang padat sejak pagi hari, muncul aksi sosial tak terduga dari seorang pria yang dikenal sebagai pengusaha. Tanpa banyak bicara, ia memborong sekitar 500 kilogram atau 5 kuintal pisang ambon dari salah satu kios, lalu membagikannya secara gratis kepada masyarakat.
Aksi dermawan tersebut bermula ketika pria itu mendatangi kios pisang milik Feri (39), pedagang asal Kabupaten Garut yang sudah lama berjualan di Pasar Saeuran. Awalnya, Feri mengira pembeli tersebut hanya akan membeli pisang dalam jumlah biasa. Namun ia terkejut ketika sang pembeli langsung meminta seluruh stok pisang ambon yang tersedia di kiosnya.
“Awalnya saya kaget, karena biasanya paling beli beberapa sisir atau puluhan kilogram. Tapi ini langsung diborong sampai ratusan kilogram,” ungkap Feri.
Setelah transaksi selesai, pisang-pisang tersebut tidak dibawa pulang. Sebaliknya, sang pembeli justru meminta agar pisang dibagikan langsung kepada masyarakat di sekitar pasar. Tak lama kemudian, ratusan kilogram pisang ambon itu mulai dibagikan di sepanjang Jalan Gatot Subroto–Binong Jati.
Proses pembagian berlangsung tertib dan penuh keakraban. Feri dibantu sejumlah pedagang lain turut membagikan pisang kepada siapa saja yang melintas. Sasaran penerima pun beragam, mulai dari pengemudi ojek online, tukang becak, penumpang angkutan umum, hingga pejalan kaki dan warga sekitar pasar.
Warga yang menerima pisang gratis tampak antusias dan bersyukur. Banyak di antara mereka yang tidak menyangka akan mendapatkan buah secara cuma-cuma di tengah aktivitas rutin mereka.
Sementara beberapa pengemudi ojek online bahkan sempat berhenti sejenak untuk mengucapkan terima kasih sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.
Feri mengaku aksi tersebut memberi kebahagiaan tersendiri baginya, bukan hanya karena dagangannya habis terjual, tetapi juga karena bisa ikut terlibat dalam kegiatan berbagi.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan terharu. Pisang dibeli dalam jumlah besar, lalu dibagikan ke masyarakat. Ini jadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ujarnya.
Sementara itu, sang pembeli yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa aksi berbagi tersebut dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan khusus. Menurutnya, niat berbagi muncul begitu saja sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diterimanya.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa membeli pisang ambon dalam jumlah besar. Tidak ada rencana apa-apa sebelumnya, saya hanya ingin berbagi dengan masyarakat yang sedang beraktivitas,” katanya singkat.
Ia menambahkan, berbagi rezeki di tengah kesibukan kota menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menebar kebahagiaan dan kepedulian sosial.
Baginya, membantu sesama tidak harus menunggu momen besar atau acara resmi.
Aksi sosial ini pun mendapat respons positif dari para pedagang dan pengunjung pasar. Banyak yang menilai, kegiatan sederhana seperti ini mampu menghadirkan suasana kebersamaan dan empati di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Di sisi lain, Feri memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan bahwa kios pisangnya di Pasar Saeuran siap melayani pembelian dalam jumlah besar. Ia mengatakan, permintaan pisang untuk berbagai keperluan cukup tinggi, mulai dari hajatan, pesta keluarga, hingga acara sosial.
“Alhamdulillah, hari ini saja selain yang diborong itu, saya juga sempat melayani pembelian sekitar 3 kuintal pisang dari pelanggan lain,” jelasnya.
Feri pun mengajak masyarakat yang membutuhkan pisang dalam jumlah besar untuk datang langsung ke Pasar Saeuran, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Ia memastikan ketersediaan stok yang cukup serta kualitas pisang yang terjaga.
“Kalau ada warga yang membutuhkan pisang untuk acara atau keperluan tertentu, silakan datang ke Pasar Saeuran. Insyaallah stok selalu tersedia,” pungkasnya.
Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bisa hadir di mana saja, termasuk di pasar tradisional. Di tengah rutinitas dan hiruk-pikuk kota, berbagi rezeki mampu menghadirkan senyum, harapan, dan kebersamaan bagi banyak orang. (Agus.S)
