![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Gelaran Bandung Campus Update (BCU) 2026 kembali membuktikan diri sebagai ajang pameran pendidikan tinggi terbesar di Jawa Barat. Ribuan pelajar kelas XII SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota memadati area Bandung Convention Center selama tiga hari pelaksanaan, 11–13 Februari 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh APTISI Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan PT Profajar Eksibit Nusantara (Profex) ini tak hanya menjadi ajang promosi kampus, tetapi juga ruang strategis konsolidasi dan transformasi pendidikan tinggi di Jawa Barat.
Dibuka dengan Diskusi Strategis Pimpinan Perguruan Tinggi
BCU 2026 resmi dibuka pada 11 Februari 2026 dengan agenda Kopi Pagi Pimpinan Perguruan Tinggi Jawa Barat bertajuk “Moving Fast, Creating Impact 2026.” Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting pendidikan tinggi nasional dan regional.
Hadir dalam kesempatan itu Budi Djatmiko selaku Ketua Umum APTISI, Eddy Soekanto Soegoto selaku Ketua APTISI Provinsi Jawa Barat, perwakilan LLDikti Wilayah IV, perwakilan BAN-PT, serta unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Diskusi tersebut menyoroti percepatan adaptasi perguruan tinggi terhadap tantangan global, digitalisasi sistem pendidikan, hingga penguatan kolaborasi industri dan kampus dalam menciptakan lulusan yang kompetitif.
Selain diskusi, momentum pembukaan juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus APTISI Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030, yang diharapkan mampu mendorong tata kelola pendidikan tinggi yang lebih progresif dan berdampak luas.
80 Perguruan Tinggi Ramaikan Ajang
Ketua Penyelenggara BCU 2026, Dini Falah, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 80 perguruan tinggi turut ambil bagian, baik dari dalam maupun luar Jawa Barat.
“Bandung Campus Update ke-6 ini menjadi yang terbesar sepanjang penyelenggaraan. Antusiasme siswa luar biasa, dan partisipasi perguruan tinggi juga meningkat signifikan,” ujarnya. Minggu, (15/02/2026).
Sejak pagi hari, para siswa terlihat antusias mengunjungi setiap booth kampus untuk menggali informasi terkait program studi, jalur pendaftaran, beasiswa, hingga prospek karier setelah lulus. Tidak sedikit pula orang tua dan guru pendamping yang turut hadir mendampingi para siswa dalam menentukan pilihan masa depan pendidikan mereka.
Ruang Eksplorasi Minat dan Bakat
Pameran yang berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini juga menghadirkan sesi diskusi penjajakan minat calon mahasiswa. Panitia memfasilitasi eksplorasi berbagai bidang studi, di antaranya:
Teknologi Informasi dan Digital
Program Vokasi dan Keahlian Terapan
Sains dan Teknologi
Ilmu Komunikasi dan Kreatif
Kesehatan dan Keperawatan
Perhubungan dan Transportasi
Ekonomi dan Manajemen
Industri dan Rekayasa
Sesi ini memberikan gambaran nyata tentang kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja serta relevansi kurikulum kampus terhadap perkembangan industri.
Fasilitas Transportasi dan Database Strategis
Untuk memastikan pemerataan akses, panitia menyediakan fasilitas transportasi antar-jemput bagi siswa dari sekolah menuju lokasi pameran dan kembali ke sekolah masing-masing. Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena memudahkan partisipasi sekolah-sekolah di luar Kota Bandung.
Menariknya, seluruh peserta pameran juga memperoleh lebih dari 15 ribu database pengunjung selama acara berlangsung. Data tersebut dinilai strategis dalam mendukung proses rekrutmen mahasiswa baru secara lebih terarah dan efektif.
Momentum Transformasi Pendidikan Tinggi
BCU 2026 bukan sekadar ajang promosi, tetapi menjadi simbol keseriusan perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Dengan mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan percepatan dampak, kegiatan ini mempertegas peran Bandung sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di Indonesia.
Antusiasme belasan ribu pelajar yang memadati area pameran menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Barat semakin sadar akan pentingnya perencanaan pendidikan tinggi yang matang.
BCU 2026 pun ditutup dengan optimisme tinggi bahwa kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri akan terus diperkuat demi menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dan berdaya saing global. (Megy)
