![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Camat Cibalong,Galih Mawariz Suryana ,S.E,S.IP.,M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan kondisi wilayah dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, dan Cikelet Tahun 2026, yang berlangsung di Kecamatan Cibalong,Rabu (04/02/2026).
Dalam sambutannya, Camat Cibalong menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Garut, Ketua DPRD Kabupaten Garut, para kepala dinas, asisten daerah, unsur Forkopimcam, para camat dari Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet, Kapolsek, Danramil, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jajaran UPTD, Kantor Urusan Agama, instansi vertikal, serta seluruh peserta Musrenbang yang hadir.
“Wilujeng sumping kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD Kabupaten Garut di wilayah Kecamatan Cibalong. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi motivasi besar bagi kami dalam mendorong percepatan pembangunan,” ujar Galih Mawariz.
Gambaran Umum Kecamatan Cibalong
Camat Cibalong menjelaskan, Kecamatan Cibalong memiliki luas wilayah sekitar 256 kilometer persegi, terdiri dari 11 desa definitif dan 2 desa persiapan. Berdasarkan data kependudukan Januari 2026, jumlah penduduk mencapai 50.561 jiwa, mengalami peningkatan sekitar 5.000 jiwa dibandingkan tahun 2025.
“Yang unik dan patut kita syukuri, jumlah penduduk laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan, yakni sekitar 25.561 laki-laki dan 25.000 perempuan,” ungkapnya.
Kecamatan Cibalong juga memiliki 92 RW dan 297 RT, dengan jarak tempuh dari ibu kota kabupaten sekitar 100 kilometer.
Potensi Wilayah dan UMKM
Aris Munandar memaparkan, Kecamatan Cibalong memiliki sejumlah potensi unggulan, di antaranya sektor pariwisata berupa Pantai Cijeruk yang berada di wilayah Desa Karyasari dan Desa Sancang.
Sementara di sektor pertanian dan perkebunan, potensi meliputi padi, jagung, ketela, dan berbagai tanaman hortikultura. Untuk sektor peternakan, terdapat domba, kambing, ayam, serta unggas lainnya.
Di bidang UMKM, masyarakat Cibalong mengembangkan berbagai produk seperti keripik pisang, sale pisang, kerajinan kayu, kerajinan dari kerang laut, serta produk olahan lainnya yang terus didorong untuk berkembang.
Data Kemiskinan dan Upaya Graduasi
Terkait angka kemiskinan, Camat Cibalong menyampaikan bahwa jumlah warga yang terdaftar pada desil satu mencapai 4.411 jiwa. Namun demikian, pihak kecamatan bersama para kepala desa dan pendamping sosial menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui program graduasi dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami dorong masyarakat agar masuk ke dalam jaringan pengembangan ekonomi dan UMKM, sejalan dengan visi misi Garut Hebat dan Berkelanjutan,” tegasnya.
Sarana Pendidikan dan Kesehatan
Untuk sarana pendidikan, Kecamatan Cibalong memiliki 33 PAUD, 31 SD, 7 SMP (3 SMP Negeri dan 4 SMP Satap), 2 SMA Negeri, serta 1 SMK Negeri.
Sementara di sektor kesehatan, tersedia 2 Puskesmas (Cibalong dan Maroko) serta 7 Pustu, dengan jumlah tenaga medis terdiri dari 2 dokter, 38 bidan, 32 perawat, dan 2 apoteker.
“Kami masih sangat membutuhkan penambahan tenaga medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih optimal,” ungkap Galih.
Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Di bidang infrastruktur, Camat Cibalong menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan jalan, terutama jalan penghubung antar kampung, antar desa, dan antar kecamatan yang terkoneksi dengan jalan nasional.
Dalam Musrenbang Kecamatan, disepakati 10 usulan prioritas pembangunan, sementara 42 usulan lainnya belum disepakati. Salah satu usulan prioritas utama adalah rekonstruksi jalan aspal Kampung Cimadang–Cibadang Bakom, yang merupakan jalur penghubung antar kabupaten, termasuk akses menuju Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami berharap usulan prioritas ini mendapat perhatian karena jalan tersebut menjadi akses strategis lintas wilayah,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dan bimbingan dari Bupati Garut serta tim fasilitasi Musrenbang Kabupaten Garut, dengan harapan hasil Musrenbang ini mampu mendorong pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan di wilayah selatan Kabupaten Garut. (Wawan Sutiawan)
