Pelayanan Keagamaan Berwawasan Lingkungan, KUA Leles Berperan Aktif dalam Program Ekoteologi dan Raih Penghargaan Kemenag Garut

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap tantangan zaman terus ditunjukkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, H. Yana Riswana. Melalui pendekatan pelayanan berbasis kepedulian lingkungan, KUA Leles ikut andil aktif dalam mendukung program Ekoteologi yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.

H. Yana Riswana menegaskan bahwa pelayanan keagamaan saat ini tidak cukup hanya berfokus pada aspek administratif dan ritual, tetapi juga harus mampu menyentuh persoalan nyata masyarakat, termasuk krisis lingkungan dan rendahnya kesadaran ekologis.

“Pelayanan keagamaan harus relevan dengan kondisi zaman. Agama tidak hanya disampaikan dalam bentuk nasihat, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga dan merawat lingkungan,” ujar H. Yana Riswana saat diwawancarai awak media melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (24/01/2026).

KUA Bersih dan Hijau, Wujud Implementasi Nilai Keagamaan

Di bawah kepemimpinan H. Yana Riswana, KUA Kecamatan Leles mengembangkan konsep KUA Bersih dan Hijau sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan. Konsep ini diwujudkan melalui penataan lingkungan kantor yang asri dan ramah lingkungan, serta pelaksanaan program-program edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

KUA Leles turut berperan aktif dalam Program KUA Ekoteologi, sebuah inisiatif nasional Kementerian Agama yang menekankan integrasi nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis. Atas keterlibatan dan komitmen tersebut, KUA Leles mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Garut sebagai KUA Ekoteologi, sekaligus menjadi bagian dari nomine KUA Ekoteologi di tingkat daerah.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah. Nilai inilah yang kami tanamkan dalam setiap pelayanan KUA,” jelasnya.

Penghijauan Lahan Bekas Tambang Libatkan Calon Pengantin

Sebagai bentuk implementasi nyata, KUA Leles melaksanakan kegiatan penghijauan di lahan reklamasi bekas tambang di wilayah Kecamatan Leles. Kegiatan ini melibatkan pasangan calon pengantin (catin) yang tengah mengikuti bimbingan pranikah.

Setiap pasangan diwajibkan membawa bibit pohon untuk ditanam bersama. Program ini tidak bersifat simbolis semata, melainkan sebagai sarana edukasi agar calon keluarga baru memiliki kesadaran ekologis sejak awal membangun rumah tangga.

“Kami ingin calon pengantin memahami bahwa membangun keluarga juga berarti memikul tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menanam pohon adalah komitmen moral terhadap masa depan,” tutur H. Yana Riswana.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur pemerintahan, yang menilai inovasi KUA Leles sebagai bentuk pelayanan keagamaan progresif dan kontekstual.

Prestasi Kelembagaan dan Apresiasi Daerah

Selain penghargaan sebagai KUA Ekoteologi, KUA Leles juga mencatatkan prestasi di tingkat daerah. Dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kabupaten Garut, KUA Leles berhasil meraih juara umum dari 42 kecamatan yang berpartisipasi.

Prestasi tersebut meliputi Juara 1 Catur Putra, Juara 1 Poly Ball Putra, Juara 1 Bulu Tangkis Putri, serta Juara 3 Pop Singer. Piala bergilir dan piala juara umum kini tersimpan di Kantor KUA Kecamatan Leles sebagai simbol soliditas dan kerja kolektif.

Pada 3 Januari 2026, H. Yana Riswana juga menerima penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Garut yang diserahkan langsung oleh Bupati Garut, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan kontribusi dalam mendukung program strategis Kemenag.

Pembinaan Generasi Muda dan Sinergi Media

KUA Leles juga konsisten melaksanakan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) bagi siswa kelas XII SMA dan SMK. Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman kesiapan menikah, perencanaan keluarga, serta tanggung jawab sosial.

Sebagai Ketua Penasehat di Media Tribunpribumi.com Kabupaten Garut, H. Yana Riswana menilai media memiliki peran strategis dalam menyebarkan edukasi publik, nilai keagamaan, dan kepedulian lingkungan.

“Sinergi antara lembaga keagamaan dan media sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dan menghadirkan kontrol sosial yang konstruktif,” tegasnya.

Komitmen Berkelanjutan

Dengan berbagai capaian tersebut, H. Yana Riswana menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan KUA Kecamatan Leles agar tetap humanis, inspiratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

“KUA harus menjadi pusat pelayanan keagamaan yang mampu menggerakkan perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (DIX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *