![]()
Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeuruep, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di tengah suasana hari libur, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat tetap turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang jalan utama desa, Minggu (18/01/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal waktu. Meski sebagian besar masyarakat memanfaatkan hari libur untuk beristirahat bersama keluarga, semangat kebersamaan warga Gunung Sari justru terlihat semakin kuat dengan hadirnya ratusan warga yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Turut hadir langsung dalam kegiatan ini Kepala Desa Gunung Sari, Uwes Wijaya, S.E., yang didampingi oleh perangkat desa, unsur Destana (Desa Tangguh Bencana), RT dan RW, pengurus BUMDes, para Kepala Dusun (Kadus), serta masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Gunung Sari. Kehadiran lengkap unsur pemerintahan desa ini sekaligus menjadi bentuk teladan bagi warga dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
Aksi gotong royong difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang jalan utama desa, pemangkasan rumput liar yang mulai menutupi bahu jalan, serta perapihan dan pembersihan saluran air. Jalan utama tersebut merupakan akses vital yang setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas, baik menuju tempat kerja, sekolah, pasar, maupun fasilitas umum lainnya.
Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, sabit, sapu, dan karung sampah, warga bahu-membahu membersihkan area yang selama ini menjadi titik rawan penumpukan sampah dan genangan air. Suasana kebersamaan tampak kental, diselingi canda dan komunikasi hangat antarwarga, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terjaga di Desa Gunung Sari.
Kepala Desa Gunung Sari, Uwes Wijaya, S.E., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Meski hari libur, kami tetap berupaya hadir dan turun langsung bersama masyarakat. Ini sekaligus sebagai contoh bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah desa,” ujar Uwes Wijaya.
Ia menambahkan, lingkungan yang bersih tidak hanya berdampak pada keindahan desa, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan.
Lebih lanjut, Uwes berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya yang melekat di tengah masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan seharusnya tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan resmi, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga meskipun tanpa harus menunggu adanya kegiatan gotong royong,” tambahnya.
Hasil dari kegiatan tersebut pun langsung terlihat. Jalan utama Desa Gunung Sari tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman dilalui. Saluran air yang sebelumnya tersumbat kini kembali lancar, sehingga diharapkan dapat meminimalisir potensi genangan air maupun banjir saat musim hujan.
Pemerintah Desa Gunung Sari menegaskan komitmennya untuk terus menggalakkan kegiatan gotong royong secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun desa yang sehat, asri, dan tertata dengan baik. Melalui kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, Pemdes Gunung Sari optimistis nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial akan terus tumbuh dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa ke depan. (REZZA)
