![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (IRKINDO) Jawa Barat tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi di tengah dinamika pembangunan nasional dan daerah yang terus berkembang. Forum empat tahunan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang strategis untuk menyatukan visi serta mempertegas arah organisasi ke depan.
Musprov XII IRKINDO Jawa Barat yang digelar di El Hotel Bandung, Selasa (13/01/2026), dihadiri oleh jajaran pengurus, perwakilan anggota dari berbagai kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan terkait. Suasana Musprov berlangsung dinamis dengan semangat kebersamaan, mencerminkan tekad organisasi untuk terus beradaptasi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) IRKINDO Jawa Barat, Ir. H. Ugan Djuanda, MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musprov harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi menyeluruh, bukan sekadar rutinitas organisasi. Ia menekankan pentingnya menanggalkan ego sektoral demi kepentingan organisasi yang lebih besar.
“Saya tekankan, Musprov ini harus menjadi ruang kebersamaan. Kita perlu menanggalkan ego sektoral, membuka ruang dialog yang sehat, dan bersama-sama menentukan arah kebijakan IRKINDO Jawa Barat ke depan,” ujar Ugan Djuanda di hadapan peserta Musprov.
Menurut Ugan, tantangan dunia jasa konsultansi saat ini semakin kompleks seiring perubahan regulasi, kebijakan pembangunan, serta tuntutan profesionalisme yang kian tinggi. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk memiliki arah yang jelas, soliditas yang kuat, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Ia menjelaskan bahwa Musprov XII memiliki peran strategis dalam merumuskan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Arah Besar Program Organisasi (ABPO) untuk periode kepengurusan empat tahun mendatang. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi sekaligus memperkuat posisi IRKINDO sebagai mitra strategis pemerintah.
“GBHO dan ABPO bukan sekadar dokumen formal. Ini adalah peta jalan organisasi yang harus disusun dengan pemikiran matang, berbasis kajian, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan nasional,” tegasnya.
Ugan juga menyoroti pentingnya membaca dinamika kebijakan nasional dan daerah. Menurutnya, IRKINDO Jawa Barat harus mampu menyesuaikan diri dengan arah kebijakan pemerintah tanpa kehilangan independensi dan profesionalisme sebagai organisasi profesi.
“Perubahan kebijakan adalah keniscayaan. Yang terpenting, bagaimana IRKINDO Jawa Barat tetap relevan, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam ekosistem pembangunan,” kata Ugan.
Sebagai salah satu provinsi dengan basis anggota IRKINDO yang besar, Jawa Barat dinilai memiliki posisi strategis dalam struktur organisasi nasional. Ugan menyebut, besarnya jumlah anggota merupakan modal kuat untuk memperluas peran dan pengaruh organisasi, asalkan diimbangi dengan soliditas internal dan kesamaan visi.
“Jumlah anggota yang besar harus menjadi kekuatan, bukan sumber perbedaan. Di sinilah pentingnya konsolidasi dan kebersamaan,” ujarnya.
Selain sebagai forum pengambilan keputusan, Musprov XII IRKINDO Jawa Barat juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi antaranggota lintas wilayah dan bidang keahlian. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan multidimensional.
Dalam kesempatan tersebut, Ugan mengajak seluruh peserta Musprov untuk memilih pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas teknis, tetapi juga integritas, visi, serta kemampuan membangun komunikasi dan kebersamaan di internal organisasi.
“Mari kita pilih pemimpin yang mampu membawa IRKINDO Jawa Barat menjadi organisasi yang lebih maju, solid, dan adaptif terhadap perubahan,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Ugan Djuanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pendukung, serta anggota yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Musprov XII. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan agar rangkaian kegiatan Musprov berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
“Semoga Musprov ini menjadi titik balik konsolidasi IRKINDO Jawa Barat, sekaligus melahirkan komitmen bersama untuk meningkatkan peran konsultan dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.
Musprov XII IRKINDO Jawa Barat 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. (DIX)
