![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Intan Kabupaten Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, menegaskan bahwa penguatan budaya pelayanan publik merupakan agenda strategis dan prioritas utama dalam kepemimpinannya. Menurutnya, kepercayaan publik adalah modal paling berharga bagi keberlangsungan Perumda Tirta Intan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola layanan dasar kebutuhan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Dr. H. Dadan Hidayatulloh dalam kegiatan Pelatihan Layanan Publik (Public Service Training) yang digelar bagi seluruh jajaran Perumda Tirta Intan Garut. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan manajemen dalam merespons tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Menurut Dadan, pelayanan air minum tidak bisa lagi dipandang sebatas urusan teknis distribusi air dari sumber ke pelanggan. Lebih dari itu, pelayanan publik menyangkut aspek sikap, etika, empati, serta tanggung jawab moral aparatur perusahaan dalam melayani masyarakat.
“Budaya pelayanan publik harus menjadi nilai dasar yang hidup di setiap lini organisasi. Kepercayaan masyarakat tidak lahir dari klaim, tetapi dari pengalaman nyata mereka saat dilayani. Cara kita berbicara, cara kita merespons keluhan, dan kesungguhan kita menyelesaikan masalah akan menentukan kepercayaan publik,” tegasnya. Senin, (12/01/2026).
Ia menekankan bahwa setiap pegawai Perumda Tirta Intan adalah wajah perusahaan di mata masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa ditawar dan harus dilakukan secara sistematis serta berkelanjutan.
Pelatihan layanan publik, kata Dadan, menjadi instrumen penting untuk menyamakan persepsi, membentuk karakter pelayanan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.
Namun di dalam paparannya, Dadan juga menyampaikan bahwa keluhan masyarakat tidak boleh dipersepsikan sebagai ancaman atau beban kerja, melainkan sebagai bahan evaluasi yang sangat berharga. Dari keluhan itulah, perusahaan dapat mengukur sejauh mana pelayanan telah berjalan sesuai dengan harapan pelanggan.
“Keluhan adalah cermin kinerja kita. Kalau masih ada keluhan, berarti ada yang harus dibenahi. Dan di situlah tugas kita sebagai pelayan publik,” ujarnya.
Lebih jauh, Dadan mengungkapkan bahwa penguatan budaya pelayanan publik juga sejalan dengan pembenahan tata kelola perusahaan secara menyeluruh. Selain memperbaiki kualitas pelayanan di lini terdepan, Perumda Tirta Intan terus melakukan evaluasi internal terhadap sistem kerja, prosedur pelayanan, serta manajemen pengelolaan sumber daya air agar lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Sementara Dadan juga menyoroti betapa pentingnya tanggung jawab lingkungan dalam penyediaan layanan air minum. Menurutnya, pemanfaatan sumber air, termasuk penggunaan sumur dalam, harus dilakukan dengan pengawasan ketat dan perencanaan matang agar tidak menimbulkan dampak ekologis maupun sosial di kemudian hari.
“Kita tidak hanya bertanggung jawab pada pelanggan hari ini, tetapi juga pada generasi mendatang. Pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan,” kata Dadan.
Upaya penguatan budaya pelayanan publik yang dilakukan Perumda Tirta Intan Garut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Kehadiran Wakil Bupati Garut dalam kegiatan pelatihan tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BUMD dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan air minum.
Dadan menegaskan bahwa sinergi tersebut sangat penting, mengingat tantangan pelayanan air bersih ke depan semakin kompleks, seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan berkualitas.
“Kepercayaan publik tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Ini adalah proses panjang yang menuntut konsistensi, komitmen, dan kerja keras seluruh jajaran perusahaan. Tidak cukup hanya pimpinan, tetapi semua harus bergerak dalam satu irama,” ucapnya.
Beliau berharap, melalui penguatan budaya pelayanan publik, Perumda Tirta Intan Garut dapat semakin dipercaya masyarakat sebagai penyedia layanan air minum yang profesional, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.
Di sisi lain lebih dari itu, Dadan menegaskan bahwa Perumda Tirta Intan harus hadir sebagai institusi pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Kabupaten Garut.
“Ketika kepercayaan masyarakat terbangun, di situlah Perumda Tirta Intan akan tumbuh sehat, kuat, dan mampu menjalankan mandat pelayanan publik dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (DIX)
