Jejak Abadi Maestro Wayang Golek Sunda: Alm.H.Asep Sunandar Sunarya Giri Harja 3,Warisan Emas yang Tak Pernah Padam

Loading

(Oleh: Pemimpin Redaksi Media Tribunpribumi.com)

Bandung Artikel,TRIBUNPRIBUMI.com – Seni wayang golek Sunda merupakan salah satu mahakarya budaya Nusantara yang lahir dari perpaduan nilai spiritual, filosofi kehidupan, kritik sosial, dan hiburan rakyat. Di antara sekian banyak tokoh besar yang mengabdikan hidupnya untuk seni ini, nama Almarhum H. Asep Sunandar Sunarya menempati posisi istimewa. Ia bukan hanya seorang dalang, melainkan maestro, inovator, pendidik budaya, sekaligus penjaga marwah wayang golek Sunda melalui padepokan Giri Harja 3.

Meski waktu telah memisahkan raganya dari panggung-panggung pergelaran, jejak pengabdian dan warisan karya H. Asep Sunandar Sunarya tetap hidup, berdenyut, dan terus menyala sebagai cahaya bagi generasi penerus.

Lahir dari Darah Seni, Ditempa oleh Pengabdian

H. Asep Sunandar Sunarya lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga besar Giri Harja, sebuah trah seni wayang golek legendaris yang telah melahirkan banyak dalang besar. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan suara gamelan, lakon pewayangan, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Wayang golek bukan sekadar tontonan baginya, melainkan jalan hidup dan amanah budaya yang harus dijaga.

Proses panjang yang ia lalui membentuk karakter seniman yang matang: rendah hati, disiplin, dan teguh memegang prinsip tradisi. Namun, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang terbuka terhadap perubahan, percaya bahwa tradisi hanya akan bertahan jika mampu berdialog dengan zamannya.

Giri Harja 3 dan Inovasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

Di bawah kepemimpinan dan sentuhan kreatif H. Asep Sunandar Sunarya, Giri Harja 3 berkembang menjadi pusat kreativitas wayang golek Sunda yang disegani. Ia menghadirkan pembaruan dalam teknik pementasan, tata panggung, dialog, hingga karakter wayang, tanpa merusak pakem dan ruh filosofi leluhur.

Kritik sosial, isu kemasyarakatan, hingga pesan kebangsaan ia sampaikan dengan bahasa rakyat tajam namun jenaka, kritis namun membumi. Inilah kekuatan besar almarhum: mampu membuat wayang golek relevan bagi masyarakat modern tanpa kehilangan akar budaya Sunda.

Tak sedikit generasi muda yang sebelumnya jauh dari seni tradisi, akhirnya kembali menoleh dan jatuh cinta pada wayang golek berkat pendekatan yang dilakukan H. Asep Sunandar Sunarya.

Wayang sebagai Tuntunan, Bukan Sekadar Tontonan

Bagi almarhum, wayang golek adalah media pendidikan moral dan spiritual. Setiap lakon bukan sekadar cerita, melainkan sarana menyampaikan nilai kejujuran, keberanian, keadilan, dan kebijaksanaan. Ia meyakini bahwa seni memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat.

Dalam setiap pementasan, terselip pesan tentang kehidupan sosial, kritik terhadap ketimpangan, serta refleksi atas perilaku manusia. Semua disampaikan dengan kearifan lokal Sunda yang halus namun mengena.

Mencetak Generasi Penerus, Menjaga Nyala Obor Budaya

Salah satu warisan terbesar H. Asep Sunandar Sunarya adalah dedikasinya dalam mencetak generasi penerus. Ia membuka ruang belajar, membimbing dalang muda, dan menanamkan kesadaran bahwa menjadi seniman wayang bukan sekadar soal keterampilan, tetapi soal tanggung jawab budaya dan moral.

Melalui teladan hidupnya, almarhum mengajarkan bahwa menjaga wayang golek berarti menjaga identitas, sejarah, dan martabat budaya Sunda. Nilai inilah yang kini menjadi fondasi kuat bagi generasi penerus Giri Harja dan para seniman wayang golek di Jawa Barat.

Warisan yang Tak Pernah Padam

Kepergian H. Asep Sunandar Sunarya meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni dan budaya. Namun, warisan yang ia tinggalkan jauh lebih besar daripada kehilangan itu sendiri. 

Di sisi lain karya-karyanya, ajaran-ajarannya, serta semangat pengabdiannya telah menjadi bagian dari denyut hidup wayang golek Sunda.

Setiap kali gamelan ditabuh, setiap kali wayang digerakkan di panggung, nama H. Asep Sunandar Sunarya seakan hadir menjadi pengingat bahwa seorang maestro sejati tidak pernah benar-benar pergi.

Hari ini dan seterusnya, tanggung jawab besar berada di tangan generasi penerus: menjaga, merawat, dan mengembangkan wayang golek Sunda agar tetap hidup di tengah tantangan zaman. Nama Alm. H. Asep Sunandar Sunarya Giri Harja 3 akan selalu dikenang sebagai tokoh besar yang mengukir sejarah, menyalakan obor budaya, dan meninggalkan warisan emas yang tak pernah padam.

Al-Fatihah untuk almarhum.

Semoga segala amal bakti dan pengabdiannya menjadi cahaya, serta warisan budayanya terus hidup sepanjang masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *