![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Libur panjang Tahun Baru 2026 membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata Kabupaten Garut, Jawa Barat Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan yang berada di Kecamatan Cisurupan kembali menjadi magnet utama wisatawan. Ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati kawasan wisata alam tersebut untuk menikmati panorama pegunungan, udara sejuk, serta keunikan bentang alam yang menjadi ciri khas Gunung Papandayan.
Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat sejak pagi hari. Arus kendaraan pribadi menuju pintu masuk kawasan wisata meningkat tajam, bahkan antrean sempat mengular hingga beberapa ratus meter. Area parkir pun nyaris penuh oleh kendaraan roda empat dan roda dua yang terus berdatangan silih berganti.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata tingginya minat masyarakat dalam menghabiskan momen pergantian tahun di destinasi wisata alam.
Berdasarkan keterangan dari manager pelaksana harian TWA Gunung Papandayan Aminta Ka’ban,wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Garut dan sekitarnya.
Sementara pelat nomor kendaraan yang menunjukkan pengunjung datang dari Bandung Raya, Bogor, Jakarta, Bekasi, hingga sejumlah daerah di luar Provinsi Jawa Barat. Gunung Papandayan kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit saat musim liburan nasional.
Direktur Pelaksana Harian TWA Gunung Papandayan, Aminta Ka’ban, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa.
“Selama libur Tahun Baru ini, rata-rata kunjungan mencapai lebih dari dua ribu orang per hari. Angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir masa liburan,” ujar Amin saat di wawancarai melalui sambungan Whatsapp miliknya. Minggu, (04/01/2026).
Menurutnya, wisatawan datang dengan beragam tujuan dan aktivitas.
Selain menikmati keindahan alam, banyak pengunjung yang memilih berkemah di area camping ground yang telah disediakan, berendam di pemandian air panas alami, melakukan pendakian ringan, hingga mengabadikan momen di sejumlah spot favorit seperti Hutan Mati, Kawah Papandayan, dan kawasan padang edelweiss yang menjadi ikon wisata Gunung Papandayan.
Meski dibanjiri wisatawan, pihak pengelola memastikan bahwa aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah langkah antisipasi dilakukan guna menghindari potensi gangguan maupun risiko keselamatan bagi pengunjung.
“Kami menambah jumlah petugas lapangan, memperketat pengawasan di titik-titik rawan, serta menyiagakan personel selama 24 jam. Tujuannya agar seluruh aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan tetap nyaman,” jelas Amin.
Selain pengamanan internal, pengelola juga aktif memberikan imbauan kepada wisatawan agar tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, mengingat kawasan Gunung Papandayan merupakan area konservasi alam yang harus dijaga bersama.
Salah seorang wisatawan asal Majalaya, Kabupaten Bandung, Risna Damayanti (37), mengaku sengaja memilih Gunung Papandayan sebagai tujuan liburan Tahun Baru bersama keluarganya. Menurutnya, kawasan wisata tersebut menawarkan pengalaman berlibur yang lengkap dan berkesan.
“Gunung Papandayan itu lengkap. Alamnya indah, udaranya sejuk, dan suasananya masih sangat alami. Cocok untuk liburan keluarga, apalagi di momen Tahun Baru seperti sekarang,” ujar Risna.
Ia menambahkan bahwa faktor kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan utama dirinya memilih berwisata ke Garut.
“Akses jalannya cukup baik, petugasnya juga banyak yang mengarahkan. Jadi kami merasa aman dan nyaman selama berada di sini,” katanya.
Bagi Risna, berlibur ke Gunung Papandayan juga menjadi sarana untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas pekerjaan sepanjang tahun.
“Sekalian healing, menikmati alam, dan quality time bersama keluarga. Rasanya puas dan tidak menyesal datang jauh-jauh dari Majalaya,” pungkasnya.
Tingginya kunjungan wisatawan selama libur Tahun Baru 2026 ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah serta perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan turut menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari jasa transportasi, penginapan, pedagang makanan, hingga pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar kawasan wisata.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki serta pengelolaan yang terus ditingkatkan, TWA Gunung Papandayan diprediksi akan tetap menjadi destinasi unggulan wisata alam di Jawa Barat, khususnya pada setiap momentum libur panjang nasional.
Dikatakan Amin untuk ke depan, sinergi antara pengelola, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan kunjungan wisata dan kelestarian lingkungan. (DIX)
