Desa Gunungsari Deklarasikan Desa Siaga TBC, Perkuat Benteng Kesehatan Warga di Tingkat Akar Rumput

Loading

Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor,Jawa Barat pada hari ini Minggu, (28/12/2025). Bertekad untuk meneguhkan langkah serius dalam memerangi penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar kegiatan Desa Siaga TBC. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata desa dalam mendukung upaya nasional penanggulangan TBC melalui pencegahan, deteksi dini, serta pendampingan pengobatan yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kepedulian tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa Gunungsari, kader PKK, kader kesehatan, perangkat desa, serta perwakilan lintas sektor. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya kolaborasi dan kesadaran bersama bahwa persoalan kesehatan, khususnya TBC, merupakan tanggung jawab kolektif.

Dalam suasana yang khidmat namun penuh antusiasme, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi bahaya TBC, edukasi pola penularan, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga penguatan peran kader desa sebagai ujung tombak dalam pengawasan dan pendampingan pasien TBC. 

Sementara itu, para kader kesehatan diberikan pemahaman mendalam agar mampu melakukan edukasi langsung kepada masyarakat serta mendorong warga untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Program Desa Siaga TBC ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. TBC yang masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kasus cukup tinggi memerlukan penanganan serius dan berkesinambungan. 

Melalui edukasi yang masif dan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan stigma terhadap penderita TBC dapat diminimalisir, sehingga proses pengobatan dapat berjalan optimal hingga tuntas.

Pemerintah Desa Gunungsari menegaskan bahwa keberhasilan Desa Siaga TBC tidak hanya diukur dari kegiatan seremonial semata, melainkan dari perubahan perilaku masyarakat dan konsistensi pendampingan di lapangan. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen desa, mulai dari aparatur, kader, hingga warga, desa diharapkan mampu menjadi sistem pertahanan awal dalam memutus mata rantai penyebaran TBC.

Selain itu, program ini juga menjadi bukti bahwa desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pembangunan kesehatan. Desa bukan hanya sebagai objek kebijakan, tetapi subjek aktif yang mampu merancang dan menjalankan program sesuai kebutuhan warganya. 

Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diyakini dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, responsif, dan berdaya tahan terhadap penyakit menular.

Dengan dideklarasikannya Desa Siaga TBC, Desa Gunungsari optimistis dapat menjadi contoh desa yang tangguh dan proaktif dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat. 

Di sisi lain,komitmen bersama ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata, tidak hanya dalam menekan angka kasus TBC, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

Melalui langkah ini, Desa Gunungsari menegaskan kesiapan untuk terus bergerak maju, memperkuat benteng kesehatan desa, dan memastikan masa depan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta berkualitas. (REZZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *